Bagi banyak analis sepak bola, statistik gol non-penalti dianggap lebih menggambarkan kemampuan alami seorang pemain dalam mencetak gol saat pertandingan berjalan normal.
BACA JUGA:Bupati Pastikan Majalengka Siap Dukung Program Gentengisasi Prabowo, 217 Pengusaha Genteng Disiapkan
Artinya, kontribusi pemain dalam membangun serangan hingga menyelesaikannya menjadi lebih terlihat.
Perbedaan tiga gol mungkin terlihat kecil, tetapi bagi para penggemar sepak bola, angka tersebut cukup untuk memicu diskusi panjang mengenai siapa yang pantas menyandang status GOAT atau Greatest of All Time.
Messi Masih Bersinar di Inter Miami
Sementara perdebatan terus bergulir, Messi sendiri masih menunjukkan performa luar biasa bersama klubnya saat ini, Inter Miami CF.
Akhir pekan lalu, bintang asal Argentina itu kembali menjadi sorotan setelah mencetak dua gol dalam kemenangan timnya atas Orlando City SC di kompetisi Major League Soccer.
Penampilan tersebut semakin membuktikan bahwa meskipun usianya sudah menginjak 38 tahun, Messi tetap berada di level elite sepak bola dunia.
Pelatih Inter Miami, Javier Mascherano, bahkan memberikan pujian tinggi kepada mantan rekan setimnya di tim nasional Argentina itu.
Mascherano menyebut Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa dan pemimpin sejati di lapangan.
Menurutnya, perubahan posisi bermain pada babak kedua membuat Messi memiliki ruang lebih bebas untuk mengatur serangan dan menciptakan peluang.
Hasilnya terlihat jelas, dua gol berhasil dicetak Messi dan membawa Inter Miami meraih kemenangan penting.
Lebih Tajam di Inter Miami daripada di Barcelona
Menariknya, performa Messi di Amerika Serikat justru menunjukkan statistik yang bahkan lebih tajam dibandingkan masa keemasannya di FC Barcelona.
Sejak menjalani debut profesional bersama Barcelona pada 2004, Messi mencatatkan sejarah luar biasa.
Selama memperkuat klub raksasa Spanyol tersebut, ia tampil dalam 778 pertandingan dan mencetak 672 gol resmi.