Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan penertiban aktivitas masyarakat yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Dishub Jabar juga menyiapkan langkah antisipasi di kawasan Simpang Susun Cileunyi dan Nagreg, Kabupaten Bandung, yang selama ini menjadi jalur vital penghubung wilayah Bandung menuju Jawa Tengah.
Di lokasi tersebut, petugas akan menyiapkan alat pembaca kartu tol elektronik (mobile reader) untuk mempercepat transaksi kendaraan apabila terjadi pengalihan arus menuju tol.
BACA JUGA:Dishub Jabar Prediksi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Ini Waktu Berangkat Paling Padat
“Selain itu, kami juga menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus kendaraan menuju Tol Cisumdawu,” kata Dhani.
Selain titik-titik tersebut, beberapa jalur lain yang diperkirakan mengalami kepadatan kendaraan saat mudik Lebaran 2026 antara lain Limbangan–Malangbong dan Gentong.
Kawasan ini kerap menjadi titik perlambatan kendaraan karena kondisi jalan yang berkelok dan aktivitas masyarakat di sekitar jalan.
Satpol PP akan melakukan penertiban berbagai aktivitas yang dinilai dapat mengganggu kelancaran arus kendaraan, seperti pedagang di pinggir jalan maupun parkir kendaraan yang tidak tertib.
Sementara itu, jalur Pelumbon–Kadawung–Cirebon juga diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan saat musim mudik.
Pemerintah daerah berencana menertibkan parkir kendaraan di bahu jalan serta aktivitas pedagang kaki lima di badan jalan guna mengurangi potensi kemacetan.
“Penertiban ini dilakukan untuk menurunkan tingkat kemacetan di jalur Pelumbon–Kadawung–Cirebon,” ujar Dhani.
Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur utama, Dishub Jabar juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan di berbagai wilayah.
BACA JUGA:Polresta Cirebon Siapkan 44 Titik Pengamanan Jalur Pantura untuk Mudik Lebaran 2026
Di wilayah utara Jawa Barat, terdapat delapan jalur alternatif yang dapat digunakan pemudik untuk menghindari kepadatan di jalur utama.
Beberapa di antaranya adalah Sukamandi–Kalijati (22 km), Pamanukan–Subang (31 km), Kadipaten–Jatitujuh–Jatibarang (40,7 km), serta Haurgeulis–Patrol (19 km).
Selain itu, tersedia pula jalur Cikamurang–Jangga (35 km), Budur–Tegalgubug–Jagapura–Mundu (32 km), Losari–Ciledug–Cidahu–Kuningan (95 km), serta Cirebon–Sumber–Rajagaluh–Majalengka (32 km).