Pemdes Anggap Ilegal karena Tak Ada Izin RAJAGALUH - Polemik seputar keberadaan Sub Terminal Rajagaluh akhirnya terjawab. Menurut Kepala Desa Rajagaluh Lor, Risan kemarin (14/7), pembangunan sub terminal ternyata dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Rajagaluh Lor, bukan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) sekitar tahun 2001 lalu. Tujuannya, untuk meramaikan Pusat Perbelanjaan Ruko Rajagaluh (PPRR). Risan mengaku tidak mengetahui kalau lokasi itu diberi nama dan difungsikan sebagai sub terminal. Padahal saat dicek di arsip pemerintahannya tidak ada secarik kertas pun mengenai SK maupun surat izin pendirian sub terminal di lokasi itu. Secara aturan dan etika, sangat tidak pas bila di lokasi itu dibangun sub terminal, karena jaraknya memang sangat dekat dengan terminal induk, sekitar 10 meteran. Untuk itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak Dishubkominfo, kecamatan, dan kepolisian setempat untuk mencabut status sub terminal tersebut dan akan kembali difungsikan sebagai ruko atau pusat perbelanjaan dan grosir di Rajagaluh. Penghapusan status dilakukan dengan cara menghapus plang bertuliskan sub terminal yang disaksikan pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, dan perwakilan dari Dishubkominfo, Kamis (14/7). Selanjutnya pemdes akan berusaha menghidupkan PPRR dengan cara membangun sejumlah fasilitas usaha perdagangan, termasuk kios lemprakan. “Saya juga tidak tahu dari mana dasar kebijakannya lokasi ini dijadikan sebagai sub terminal. Jadi tidak salah kalau Dishubkominfo pun tidak mengetahui hal ini, sebab pembangunannya memang hasil swadaya masayarakat desa,” kata dia. Kesalahannya, kata dia, terletak pada penamaan lokasi sebagai sub terminal, apalagi tidak dibekali izin atau SK. “Untuk itu, hari ini secara resmi saya mencabut statusnya dan peraturan desa (perdes) akan segera kami keluarkan,” ujar Risan kepada Radar. Sebelumnya, Dishubkominfo melalui Kasi Perparkiran dan Terminal, Wawan Suhendi SSos kepada Radar mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk pemdes dan kecamatan untuk mencarikan solusi terkait masalah itu. Diakui, secara aturan keberadaan sub terminal tidak sesuai baik dilihat dari lokasi maupun bentangan lalu lintas. “Sejauh ini saya sudah komunikasikan masalah ini dengan pihak desa dan kecamatan, termasuk para pengusaha angkutan. Hasilnya, pihak desa akhirnya mencabut status sub terminal dan lokasi itu akan dijadikan pusat pertokoan Rajagaluh,” jelasnya. (pai)
Status Sub Terminal Dicabut
Jumat 15-07-2011,06:00 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 24-07-2026,03:58 WIB
6 Mobil Bekas Murah yang Layak Dibeli Sekarang, Nyaman untuk Touring, Irit BBM, Tangguh dan Ramah Kantong
Jumat 24-07-2026,04:16 WIB
Live Persib Bandung vs Arema FC Piala Presiden 2026: Laga Perdana Sang Juara, Debut Igor Tolic sebagai Coach
Jumat 24-07-2026,05:30 WIB
Mulai 50 Jutaan, Ini 5 Rekomendasi Mobil Bekas Layak Beli 2026, Jaringan Servis dan Sparepart Gampang Dicari
Jumat 24-07-2026,05:14 WIB
Daftar HP Mewah Oppo Terbaru 2026, Kamera Hasselblad dan Baterai Jumbo Jadi Andalan
Terkini
Jumat 24-07-2026,22:04 WIB
CPNS 2026 Segera Dibuka? Pemerintah Beri Sinyal Positif, Formasi Masih Dihitung
Jumat 24-07-2026,21:50 WIB
Shio Pembawa Hoki 25 Juli 2026 Akhir Bulan, Keuangan Melesat, Karier Bersinar, Rezeki Datang Bertubi-tubi
Jumat 24-07-2026,21:25 WIB
Prediksi Shio 25 Juli 2026 Hari Ini: Keberuntungan Besar Menghampiri 5 Shio, Cek Daftarnya
Jumat 24-07-2026,21:09 WIB
Ramalan Shio Pembawa Hoki Hari Ini,Ada 5 Shio yang Berpeluang Diprediksi Ketiban Peluang Emas
Jumat 24-07-2026,21:02 WIB