Dengan sistem ini, umat Islam di berbagai negara diharapkan dapat memiliki acuan yang sama dalam menentukan awal bulan hijriah, termasuk Ramadan dan Syawal.
Hamim menyebutkan bahwa penerapan kalender hijriah global juga memiliki nilai historis dan peradaban bagi umat Islam.
Menurutnya, selama lebih dari 14 abad umat Islam belum memiliki sistem kalender global yang seragam.
Karena itu, implementasi KHGT dianggap sebagai upaya penting untuk menjawab tantangan tersebut.
“Implementasi KHGT merupakan upaya pelunasan utang peradaban Islam yang telah berlangsung selama empat belas abad,” tuturnya.
BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Alasan Ilmiahnya
Melalui penetapan tersebut, Muhammadiyah juga mengajak umat Islam untuk menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri dengan penuh kegembiraan.
Momentum Lebaran diharapkan menjadi kesempatan untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat nilai persaudaraan.
Selain itu, keputusan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat luas dalam mempersiapkan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Dengan adanya kepastian tanggal tersebut, umat Islam yang mengikuti keputusan Muhammadiyah dapat mempersiapkan berbagai rangkaian ibadah dan tradisi Lebaran sejak dini,” tandasnya. (*)