Widiyanti menegaskan, faktor keamanan dan kenyamanan menjadi hal utama dalam pengelolaan destinasi wisata, terutama saat menghadapi lonjakan wisatawan pada musim liburan.
“Yang paling penting adalah keamanan dan kenyamanan. Dengan begitu wisatawan bisa menikmati liburan dengan pengalaman yang menyenangkan,” katanya.
Ia juga menilai Cirebon memiliki potensi wisata yang kuat, mulai dari wisata budaya, sejarah hingga kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Kementerian Pariwisata memprediksi pergerakan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini mencapai sekitar 144 juta perjalanan wisata dengan potensi perputaran ekonomi hingga Rp190 triliun.
BACA JUGA:Volume Sampah TPA Kopiluhur Cirebon Melonjak Selama Ramadan, 200 Ton Lebih per Hari
Untuk memastikan kesiapan destinasi wisata, pemerintah akan melakukan pemantauan di 118 titik destinasi wisata di seluruh Indonesia. Cirebon menjadi salah satu daerah yang masuk dalam fokus pemantauan tersebut.
“Setiap destinasi harus mempersiapkan berbagai hal, mulai dari fasilitas, kebersihan hingga sistem keamanan agar mampu menyambut lonjakan wisatawan,” pungkasnya. (den/adv)