RADARCIREBON.COM – Hingga memasuki akhir Maret 2026, pencairan dana desa di Kabupaten Cirebon belum juga terealisasi.
Kondisi ini memicu keluhan dari sejumlah pemerintah desa (Pemdes) karena berdampak langsung pada jalannya program pembangunan di tingkat desa.
Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Muali, menyebutkan bahwa keterlambatan ini terjadi hampir di seluruh desa.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada satu pun desa yang menerima transfer dana desa.
BACA JUGA:Tawuran Pemuda Cirebon Dini Hari, Polisi Ungkap Penyebab di Balik Bentrokan
BACA JUGA:Kasus Perundungan Siswa SMP Cirebon Berakhir Damai, Simak Fakta dan Kronologinya
“Kalau biasanya Februari sampai Maret sudah cair, sekarang belum ada sama sekali,” ujarnya.
Keterlambatan ini dinilai cukup mengganggu aktivitas pemerintahan desa.
Pasalnya, dana desa menjadi sumber utama pembiayaan berbagai program, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat.
Meski begitu, Pemdes tidak memiliki pilihan selain tetap menjalankan program yang telah direncanakan.
BACA JUGA:Kecelakaan di Cirebon, Toyota Calya vs Truk Satu Orang Luka-luka
BACA JUGA:Hari Pertama Sekolah di SMPN 1 Kota Cirebon, Begini Antusiasme Para Siswa
Untuk mengatasi kondisi tersebut, sejumlah desa terpaksa menggunakan dana talangan, bahkan meminjam dana agar kegiatan tetap berjalan.
“Program tidak bisa berhenti. Akhirnya banyak desa yang harus nombok dulu, pakai dana talangan atau pinjaman,” jelas Muali.
Situasi ini dianggap ironis. Di satu sisi, dana desa disebut telah mengalami pemotongan yang cukup signifikan untuk mendukung program Koperasi Merah Putih.