Dari target Rp2,297 triliun, realisasinya mencapai Rp2,214 triliun atau 96,41 persen.
BACA JUGA:Polisi Gerebek Penjual Miras di Kapetakan Cirebon, Sejumlah Botol Disita
BACA JUGA:Tingkatkan Daya Saing, SMA Santa Maria 1 Cirebon Gelar TOEFL Prediction 2026
Sementara itu, komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah tercatat sebesar Rp46 miliar atau 95,82 persen dari target Rp49 miliar.
Tak hanya pendapatan, belanja daerah juga menjadi perhatian.
Pemerintah Kabupaten Kuningan menganggarkan belanja sebesar Rp2,91 triliun, dengan realisasi mencapai Rp2,69 triliun atau 92,37 persen.
Rincian belanja tersebut meliputi belanja operasi sebesar Rp2,01 triliun (90,44 persen), belanja modal Rp172 miliar (95 persen), belanja tidak terduga Rp11,96 miliar (99,68 persen), serta belanja transfer sebesar Rp492,35 miliar yang hampir sepenuhnya terealisasi yakni 99,96 persen.
Dalam struktur APBD 2025, Pemkab Kuningan sebelumnya merencanakan defisit anggaran sebesar Rp94 miliar.
Namun realisasi defisit tercatat lebih rendah, yakni Rp54 miliar atau 58,34 persen dari target.
Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah daerah mengandalkan pembiayaan daerah yang hampir mencapai target.
Dari rencana Rp94 miliar, realisasinya sebesar Rp92 miliar atau 97,90 persen.
Bupati merinci, penerimaan pembiayaan daerah berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp20 miliar serta pinjaman daerah senilai Rp97 miliar.
Pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman jangka pendek Rp25 miliar dan jangka menengah Rp74 miliar.
Sementara itu, pengeluaran pembiayaan digunakan untuk membayar cicilan pokok utang sebesar Rp25 miliar, yang terealisasi 100 persen sesuai target.
Dengan demikian, pembiayaan netto tercatat Rp92 miliar atau 97,90 persen.
Di akhir tahun anggaran, Pemkab Kuningan masih memiliki SiLPA sebesar Rp37 miliar yang akan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pembiayaan pada tahun berikutnya.