RADARCIREBON.COM – Kinerja keuangan daerah Pemerintah Kabupaten Kuningan pada tahun anggaran 2025 menjadi sorotan.
Pasalnya, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diharapkan mampu menopang pembangunan belum tercapai secara optimal.
Fakta tersebut terungkap dalam rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung DPRD Kuningan, Senin (30/3/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy bersama jajaran pimpinan dewan lainnya.
BACA JUGA:Andi Armawan Dilantik sebagai Kepala Disdukcapil Kota Cirebon, Ini Pesan Wali Kota
BACA JUGA:Penculikan di Majalengka Pelaku Warga Kuningan: Korban Dikeroyok, Uang Dirampas
Dalam pemaparannya, Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar, menjelaskan bahwa secara keseluruhan pendapatan daerah tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp2,825 triliun.
Namun hingga akhir tahun anggaran, realisasi pendapatan hanya mencapai Rp2,641 triliun atau setara 93,50 persen.
Sorotan utama tertuju pada PAD Kabupaten Kuningan 2025 yang belum memenuhi target.
Dari target sebesar Rp479 miliar, realisasi yang tercapai hanya Rp379 miliar atau sekitar 79,30 persen.
BACA JUGA:Laporan Bupati Majalengka: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Turun
BACA JUGA:Perampokan Minimarket di Majalengka, Modus Beli Kopi Berujung Penodongan
Capaian ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam optimalisasi potensi pendapatan daerah.
“PAD memang belum maksimal, sehingga perlu langkah strategis ke depan agar bisa lebih optimal,” ujar bupati dalam forum tersebut.
Di sisi lain, pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi masih menjadi tulang punggung keuangan daerah.