Karnaval Lebaran Dilarang di Kalimaro, Takbir Keliling Jadi Alternatif
Kuwu Kalimaro, Rokhmat Hidayat menunjukkan aturan larangan pelaksanaan karnaval lebaran di wilayahnya dan diarahkan untuk menggelar takbir keliling, Selasa 31 Maret 2026.-Dokumen-
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pemerintah Desa Kalimaro, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, resmi melarang pelaksanaan karnaval Lebaran di wilayahnya.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat setelah munculnya potensi gangguan keamanan pada kegiatan serupa sebelumnya.
Kuwu Kalimaro, Rokhmat Hidayat menegaskan, keputusan tersebut telah melalui proses sosialisasi secara menyeluruh.
BACA JUGA:Piala ASEAN 2026, Herdman Sebut 2 Pemain Muda Sebagai Poros Baru Permainan Timnas Indonesia
Informasi larangan disampaikan kepada para koordinator wilayah, tokoh masyarakat, hingga panitia kegiatan, baik secara lisan maupun tertulis.
Menurut Rokhmat, kebijakan ini bertujuan untuk mencegah keresahan di tengah masyarakat, terutama akibat aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi kegiatan yang berujung keributan, seperti konsumsi minuman keras atau tindakan yang mengarah pada konflik sosial,” tuturnya.
Ia menegaskan, apabila dalam suatu kegiatan ditemukan indikasi kerusuhan, maka seluruh rangkaian acara wajib dihentikan.
BACA JUGA:Pemerintah Jawab Isu Harga BBM Naik 1 April 2026, Jangan Panik!
Termasuk iring-iringan musik atau arak-arakan yang kerap menjadi bagian dari karnaval.
Bahkan, Pemdes Kalimaro tidak segan mengambil langkah lebih tegas. Jika insiden serupa kembali terjadi dan menimbulkan korban atau keluhan warga, maka kegiatan karnaval dipastikan tidak akan lagi diizinkan di masa mendatang.
Sebagai alternatif, pemerintah desa justru mendorong masyarakat untuk menghidupkan kembali tradisi takbir keliling yang dinilai lebih sarat nilai religius dan kebersamaan.
Dalam konsep yang diusung, takbir keliling tidak hanya sekadar berkeliling, tetapi juga dikemas secara kreatif.
Masyarakat, khususnya kalangan pemuda, didorong untuk menghadirkan inovasi seperti miniatur masjid, ornamen Islami, hingga tema-tema menarik yang bisa dilombakan antarblok atau dusun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase


