Kualitas tersebut tak lepas dari perannya di level klub. Bersama Persija Jakarta, Dony merupakan salah satu pemain andalan dalam skuad asuhan Mauricio Souza.
BACA JUGA:Pemerintah Jawab Isu Harga BBM Naik 1 April 2026, Jangan Panik!
BACA JUGA:Perampokan Rumah Mewah di Cirebon, 4 Residivis Dibekuk di Bandung
Bahkan, ia masih terikat kontrak jangka panjang hingga Juni 2028, yang menunjukkan kepercayaan besar klub terhadap potensinya.
Verdonk pun berharap suatu saat nanti Dony bisa merasakan atmosfer kompetisi Eropa.
Menurutnya, pengalaman bermain di luar negeri akan sangat membantu perkembangan pemain muda seperti Dony.
“Saya berharap bisa terus bermain dengannya dan suatu hari nanti melihat dia bermain di Eropa,” tambah Verdonk.
Di sisi lain, Verdonk juga menunjukkan fleksibilitas tinggi selama membela Timnas Indonesia.
Meski posisi aslinya adalah bek kiri, ia mengaku siap ditempatkan di berbagai posisi sesuai kebutuhan tim.
Dalam FIFA Series 2026, Verdonk bahkan sempat dimainkan sebagai gelandang bertahan hingga posisi menyerang.
Ia menegaskan bahwa dirinya hanya fokus menjalankan instruksi pelatih demi kepentingan tim.
“Saya bermain di mana pun pelatih meminta. Fullback, gelandang, bek tengah, bahkan posisi nomor 10. Yang penting mengikuti arahan,” tegasnya.
Meski Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria di partai final dengan skor 0-1, Verdonk menilai performa tim Garuda secara keseluruhan cukup menjanjikan.
Ia bahkan menyebut Indonesia tampil lebih baik dibanding lawannya, meski hasil akhir tidak berpihak.
Pertandingan tersebut juga menjadi momen penting karena merupakan laga kompetitif pertama di bawah arahan pelatih baru, John Herdman.
“Kami memang kalah, tetapi permainan kami sangat bagus. Ini pertandingan serius pertama bersama pelatih baru, dan kami menunjukkan perkembangan,” ujarnya.