RADARCIREBON.COM – Polemik terkait rel kereta api peninggalan Belanda di Cirebon dibongkar semakin memicu reaksi publik.
Kali ini, kritik keras datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cirebon yang menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap pelestarian sejarah daerah.
Ketua KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana, secara tegas menyayangkan adanya pembongkaran sisa rel kereta api yang diduga memiliki nilai historis tinggi.
Ia menilai langkah tersebut sebagai kemunduran dalam menjaga identitas kota yang selama ini dikenal sebagai kota budaya dan sejarah.
BACA JUGA:Rel Kereta Peninggalan Belanda di Cirebon Dibongkar, Aset Bersejarah Terancam Hilang
BACA JUGA:Polemik PSN di Indramayu, KKP Tegaskan Revitalisasi Tambak Nila Bukan Rugikan Petani
Menurut Jaka, Cirebon bukan sekadar wilayah administratif, melainkan juga ruang sejarah yang menyimpan jejak penting perkembangan transportasi dan ekonomi di masa lalu.
Rel-rel tua yang kini dibongkar itu dinilai menjadi saksi bisu peran strategis Cirebon sebagai salah satu pusat konektivitas di Pulau Jawa pada masa kolonial.
“Pembangunan tidak boleh menghapus jejak sejarah. Rel kereta api peninggalan Belanda di Cirebon dibongkar tanpa kajian matang justru menunjukkan lemahnya komitmen terhadap pelestarian warisan budaya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada modernisasi, tetapi juga tetap menghargai nilai historis.
BACA JUGA:Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Terancam, Aliansi Soroti Risiko PHK 2026
BACA JUGA:Maknai Paskah 2026, BRI Peduli Tebarkan Kasih dan Kepedulian melalui Penyaluran 10.050 Paket Sembako
Konsep penataan kota, kata dia, seharusnya mengedepankan prinsip ramah cagar budaya atau heritage-friendly, bukan justru menghilangkan aset bersejarah.
Lebih lanjut, KNPI mendesak agar seluruh aktivitas pembongkaran yang berpotensi merusak situs bersejarah segera dihentikan.
Jaka meminta adanya kajian komprehensif dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sebelum keputusan lanjutan diambil.