Program Pengendalian Inflasi di Kota Cirebon: Waduli Sepi dan Tak Berfungsi

Senin 13-04-2026,17:30 WIB
Reporter : Apridista S Ramdhani
Editor : Tatang Rusmanta

“Saya pernah lihat, yang dijual cuma beras sama minyak, itu pun stok lama. Tidak ada sayuran atau kebutuhan lain yang biasanya harganya naik turun,” tambahnya.

BACA JUGA:Viral Dibandingkan dengan SPPG yang Megah, SDN 2 Gandawesi Majalengka Ternyata Bakal Direhab

Kondisi serupa juga dirasakan oleh masyarakat. Ahmad, salah satu pengunjung Pasar Jagasatru, mengaku tidak mengetahui keberadaan Waduli meski sering berbelanja di pasar tersebut.

“Saya sering ke sini, tapi tidak pernah tahu ada Waduli,” katanya singkat.

Hal yang sama diungkapkan Kiki, pelaku usaha kuliner di Kota Cirebon. Ia mengaku baru mendengar program Waduli, meski hampir setiap hari berbelanja bahan baku di pasar yang sama.

“Biasanya belanja rutin di sini, tapi belum pernah lihat atau dengar Waduli sebelumnya,” ungkapnya.

BACA JUGA:Gaji Guru Rp300 Ribu di Kabupaten Cirebon, Ronianto Janji Memperjuangkan

BACA JUGA:Perbup Tunjangan DPRD Kuningan Diduga Tanpa Uji Publik, Begini Sorotan LSM Frontal

Berbeda dengan Ahmad dan Kiki, Aisyah Hawa, seorang ibu rumah tangga, mengaku sudah mengetahui program tersebut sejak awal peluncuran. 

Ia mengetahui Waduli dari pemberitaan media. Namun hingga kini, ia belum pernah merasakan manfaatnya secara langsung.

“Saya pernah coba datang di awal-awal, tapi belum buka. Saya kira mungkin karena masih baru. Tapi sampai sekarang kalau siang ke sana, tetap tutup,” ujarnya.

Ia berharap Waduli bisa beroperasi secara konsisten agar benar-benar membantu masyarakat, khususnya dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga stabil.

Minimnya aktivitas Waduli memunculkan pertanyaan terkait efektivitas program pengendalian inflasi di Kota Cirebon. 

Tanpa operasional yang rutin dan pasokan komoditas yang memadai, program ini dinilai belum mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Jika ingin berperan sebagai pengendali harga, Waduli perlu dibenahi, mulai dari jam operasional yang jelas hingga ketersediaan barang yang sesuai kebutuhan pasar. 

Tanpa itu, program ini berisiko hanya menjadi simbol kebijakan tanpa dampak nyata di lapangan.

Kategori :