CIREBON, RADARCIREBON.COM – Sebanyak 44 siswa SMA Negeri 3 Cirebon diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.
Jumlah ini menjadi capaian tertinggi sekolah dalam beberapa tahun terakhir sekaligus menempatkan SMAN 3 Cirebon sebagai sekolah dengan jumlah penerimaan SNBP terbanyak kedua di Kota Cirebon.
Total siswa di SMAN 3 Cirebon saat ini sekitar 1.250 orang. Sementara siswa kelas XII terdiri dari 11 rombongan belajar (rombel). Seluruh siswa kelas akhir tersebut mengikuti berbagai jalur seleksi perguruan tinggi, baik SNBP maupun jalur lainnya. Jumlah yang lolos SNBP di SMAN 3 Cirebon, sama dengan SMAN 4 Cirebon. Keduanya ada di peringkat ke-2, di bawah SMAN 2 Cirebon.
Data sekolah menunjukkan tren penerimaan melalui jalur SNBP terus meningkat. Pada awal kepemimpinan Kepala SMAN 3 Cirebon Dr Yeni Nuriyani SPd MPdI pada tahun 2023, jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBP tercatat 11 orang.
BACA JUGA:FIFA Siapkan Playoff Darurat, Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026 Terbuka?
Pada tahun 2024 jumlahnya meningkat menjadi 23 siswa. Lima di antaranya diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Tren peningkatan kembali terjadi pada tahun 2025 dengan 39 siswa diterima. Tahun ini jumlahnya kembali naik menjadi 44 siswa.
Beberapa siswa juga diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama seperti ITB, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Diponegoro (UNDIP), serta perguruan tinggi di Bali dan luar Pulau Jawa.
Kepala SMAN 3 Cirebon Dr Yeni Nuriyani mengatakan, peningkatan jumlah penerimaan tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara bertahap sejak siswa berada di kelas X. Sekolah memetakan potensi siswa sejak awal untuk mengetahui minat serta rencana pendidikan mereka setelah lulus.
Menurutnya, analisis terhadap potensi siswa dilakukan secara berlapis oleh wali kelas, guru bimbingan konseling, serta tim kurikulum. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar pembinaan akademik bagi siswa yang memiliki minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
BACA JUGA:Riding Gear Penting, Namun Keselamatan Tetap Berawal dari Cara Berkendara
“Sejak kelas 10 anak-anak dianalisis secara berlapis oleh wali kelas, guru BK, dan tim kurikulum. Mereka yang memiliki potensi dan keinginan masuk perguruan tinggi sudah menjadi database kami,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Selasa (14/4/2026).
Pendataan tersebut bukan untuk memberikan perlakuan khusus kepada siswa tertentu. Namun lebih pada upaya memetakan potensi dan memberikan pembinaan yang sesuai dengan minat siswa.
Sekolah juga memberikan gambaran mengenai kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk masuk ke perguruan tinggi tertentu. Pendekatan ini kemudian diperkuat saat siswa memasuki kelas XI melalui sistem penjurusan mata pelajaran.
Sebagai contoh, siswa yang ingin masuk jurusan kedokteran diarahkan untuk memperkuat penguasaan mata pelajaran biologi, kimia, matematika, serta bahasa Inggris. Mata pelajaran tersebut menjadi dasar penting dalam perkuliahan bidang kesehatan.
BACA JUGA:Update Tabel KUR BRI 2026: Pinjaman Rp10 Juta hingga Rp100 Juta dan Cicilannya
Selain pembinaan akademik, sekolah juga memberikan perhatian pada kesiapan psikologis siswa. Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah ruang kontemplasi. Ruang tersebut digunakan sebagai tempat bagi siswa yang ingin berdiskusi atau menenangkan diri ketika menghadapi tekanan belajar maupun kebingungan menentukan masa depan.
“Siapa pun yang merasa kondisi emosinya tidak baik bisa datang ke ruang kontemplasi. Mereka bisa berbicara dengan guru, kepala sekolah, atau siapa pun yang ingin diajak berdiskusi,” kata Yeni.
Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum Usep Haryan D menjelaskan bahwa Universitas Siliwangi (Unsil) menjadi perguruan tinggi dengan jumlah penerimaan terbanyak dari SMAN 3 Cirebon tahun ini. Sebanyak 17 siswa diterima di perguruan tinggi tersebut melalui jalur SNBP. Selain itu, beberapa siswa juga diterima di perguruan tinggi ternama seperti ITB, UPI, dan UNDIP.
Menurutnya, capaian tersebut juga berkaitan dengan sistem penjurusan mata pelajaran yang disesuaikan dengan rencana studi siswa di perguruan tinggi.
BACA JUGA:Update Tabel KUR BRI 2026: Pinjaman Rp10 Juta hingga Rp100 Juta dan Cicilannya
“Kami menyesuaikan mata pelajaran yang diperkuat dengan jurusan yang ingin mereka pilih di perguruan tinggi,” ujarnya.
Usep menambahkan, capaian penerimaan SNBP SMAN 3 Cirebon dalam dua tahun terakhir bahkan melampaui beberapa sekolah lain di wilayah Kota Cirebon dalam jumlah siswa yang diterima melalui jalur tersebut.
Koordinator Bimbingan Konseling Tri Indra Astuti mengatakan bahwa pendampingan terhadap siswa tidak hanya dilakukan secara klasikal di kelas, tetapi juga melalui pendekatan individual.
Siswa yang memiliki minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi mendapatkan arahan mengenai pilihan jurusan maupun kampus yang sesuai dengan kemampuan mereka.
BACA JUGA:GRESEK (Grebek Sekre) Vol. 4 Yamaha Sambangi YVCB, Meriahkan Road To 2 Dekade
“Anak-anak yang tidak ingin kuliah juga tetap kami dampingi. Mereka diarahkan mengenai rencana setelah lulus dan keterampilan apa yang perlu mereka miliki,” katanya.
Untuk memperkaya informasi mengenai perguruan tinggi, sekolah juga rutin mengadakan kegiatan Universitas Day. Dalam kegiatan tersebut, alumni yang sedang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi diundang kembali ke sekolah.
Para alumni berbagi pengalaman mengenai kehidupan kampus, sistem perkuliahan, hingga peluang karier setelah lulus. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi juga diundang untuk memberikan sosialisasi langsung kepada siswa. Kegiatan ini tidak hanya diikuti siswa kelas XII, tetapi juga siswa kelas X dan XI.
Selama dua hari pelaksanaan, siswa dapat mencari informasi mengenai jurusan dan perguruan tinggi yang mereka minati.
BACA JUGA:Wacana War Ticket Haji Ditolak DPR, Menteri Haji Pastikan Antrean Tak Dihapus
Dalam proses pemilihan perguruan tinggi, sekolah juga mempertimbangkan nilai rapor siswa serta melakukan komunikasi dengan alumni yang sudah kuliah di kampus tujuan.
Untuk pilihan perguruan tinggi di luar Pulau Jawa, pihak sekolah meminta orang tua datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan mengenai kesiapan siswa.
Sistem seleksi SNBP tahun ini juga mengalami perubahan. Selain nilai rapor, terdapat tambahan komponen penilaian berupa Tes Kompetensi Akademik (TKA). Tes tersebut digunakan untuk memvalidasi nilai rapor siswa.
Meskipun tidak semua perguruan tinggi menggunakan komponen ini, beberapa kampus sudah menjadikannya sebagai bagian dari proses seleksi. Selain itu, kesesuaian antara jurusan yang dipilih dengan mata pelajaran pendukung juga menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi. (ade)