CIREBON, RADARCIREBON.COM - Upaya membangun ekosistem investasi yang sehat mulai digalakkan di Cirebon.
Melalui sebuah pertemuan yang digelar di Kafe Lakonique, para trader lokal diajak bergabung dalam komunitas edukatif bertajuk OC (Open = Cuan) Strategy, Jumat 17 April 2026 petang.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Founder OC Strategy, Muhammad Kodir. Ia menegaskan bahwa komunitas ini hadir sebagai wadah bagi para pelaku trading, khususnya pemula, untuk mendapatkan bimbingan yang tepat sebelum terjun ke dunia pasar modal.
BACA JUGA:Apa Itu Trading Forex? Cara Pasar Valuta Asing Menentukan Nilai Uang Anda
Mengusung moto “Open = Cuan”, komunitas ini bertujuan mempertemukan para trader dengan mentor berpengalaman agar tidak terjebak dalam praktik trading tanpa dasar ilmu yang kuat.
Kodir menilai, masih banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dunia trading, terutama instrumen emas, namun belum memahami analisis teknikal dan fundamental secara memadai.
“Banyak yang ingin trading, tapi belum punya bekal ilmu. Di sinilah pentingnya komunitas, agar mereka bisa belajar dan tidak salah langkah,” ujarnya.
Menurutnya, penguasaan ilmu trading dapat menjadi peluang besar, terutama bagi generasi muda yang ingin mandiri secara finansial.
Dengan keterampilan yang tepat, seseorang bisa menghasilkan pendapatan tanpa harus bergantung pada pekerjaan konvensional.
“Generasi muda harus melihat ini sebagai peluang. Dengan skill yang benar, mereka bisa menciptakan penghasilan sendiri, bahkan dari rumah,” jelasnya.
BACA JUGA:IHSG Melonjak 1,91 Persen ke 7.642, Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
Kodir juga menekankan bahwa dalam dunia trading, modal utama bukanlah uang, melainkan kemampuan analisis dan keterampilan.
Berbeda dengan bisnis konvensional yang membutuhkan biaya operasional besar, trading dinilai lebih fleksibel dengan variasi modal yang dapat disesuaikan.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya proses belajar yang berkelanjutan serta pendampingan mentor.
Tanpa bimbingan yang tepat, trader pemula berisiko tersesat dalam teori tanpa praktik nyata.