Rel Kalibaru Bisa Dirangkai Ulang, BBWSCC Tawarkan Solusi Jadikan Ikon Wisata

Selasa 21-04-2026,11:30 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Tatang Rusmanta

Jika dipaksakan, kondisi tersebut bisa memicu longsor atau ambrolnya tanggul.

“Beberapa titik memiliki kedalaman yang terbatas karena faktor keamanan. Tapi secara perhitungan teknis, kapasitas sungai saat ini sudah cukup untuk menampung debit air,” ujar perwakilan BBWSCC.

Dengan pendekatan tersebut, BBWSCC memastikan bahwa fungsi pengendalian banjir tetap menjadi prioritas, meskipun tidak dilakukan pengerukan maksimal di seluruh titik.

Tetap Jaga Ekosistem dan Estetika

Menariknya, proyek revitalisasi ini juga mengedepankan konsep ramah lingkungan. BBWSCC berkomitmen untuk tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan di sepanjang bantaran sungai.

Pohon-pohon besar yang telah tumbuh lama justru akan dipertahankan karena dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan tebing sungai sekaligus mempercantik kawasan.

Konsep ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi teknis dan nilai estetika, sehingga kawasan sungai tidak hanya aman, tetapi juga nyaman dan menarik bagi masyarakat.

Menunggu Keputusan PT KAI

Hingga kini, nasib akhir jembatan rel Kalibaru masih bergantung pada keputusan PT KAI. 

Apakah akan mengikuti rekomendasi teknis BBWSCC dengan meninggikan dan merangkai ulang struktur jembatan, atau tetap melanjutkan pembongkaran total.

Yang jelas, wacana “Rel Kalibaru Bisa Dirangkai Ulang, BBWSCC Tawarkan Solusi” menjadi angin segar di tengah perdebatan panjang antara pelestarian sejarah dan kebutuhan pembangunan.

Masyarakat Cirebon kini menaruh harapan besar agar proyek penataan ini tidak hanya menghasilkan wajah kota yang lebih modern, tetapi juga tetap menghormati jejak sejarah yang menjadi identitas daerah.

Transformasi Sungai Sukalila hingga Kalibaru pun diharapkan menjadi contoh bagaimana pembangunan dan pelestarian bisa berjalan beriringan, tanpa harus saling mengorbankan.

Kategori :