Ferry juga mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian dan BUMN, termasuk peran PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga dalam mendukung penyediaan energi bagi nelayan.
BACA JUGA:Kasus Dugaan Selingkuh Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Masih Diselidiki, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Sementara itu, Didit Herdiawan Ashaf menilai kehadiran SPBUN merupakan langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat pesisir.
“SPBUN ini tidak hanya menurunkan biaya operasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan secara signifikan,” jelasnya.
Di sisi lain, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.
Tercatat terdapat 71 desa pesisir dengan sekitar 7.000 nelayan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Menurutnya, sektor perikanan tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Oleh karena itu, dukungan pemerintah melalui program seperti SPBUN dinilai sangat penting.
“Kami berharap keberpihakan pemerintah terus berlanjut agar kesejahteraan nelayan meningkat seiring kontribusi besar mereka terhadap ekonomi daerah dan nasional,” ujarnya.
Kehadiran SPBUN berbasis koperasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem ekonomi pesisir yang lebih mandiri, modern, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia. (*)