CIREBON, RADARCIREBON.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon menyelenggarakan Musyawarah Kota (Muskot) pada hari ini.
Agenda utama pertemuan ini adalah untuk mengevaluasi capaian kinerja kepengurusan selama lima tahun terakhir sekaligus menyusun rencana strategis untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Ketua Panitia, dr Toat menyampaikan bahwa Muskot ini merupakan mandat organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
"Tujuan utama kita adalah mengevaluasi capaian-capaian kinerja PMI Kota Cirebon selama lima tahun kepengurusan.
BACA JUGA:Tragis! Korban Tenggelam di Kuningan Ditemukan Meninggal, Ini Kronologi Lengkapnya
Selanjutnya, kata Toat, kita akan menyusun rencana kegiatan untuk lima tahun ke depan dengan memilih kepengurusan yang baru.
Fokus pada Soliditas dan Kemanusiaan
Kepengurusan periode mendatang diharapkan dapat tampil lebih kuat dan solid. Dengan mengusung tema "Terus Melaju, Solid, dan Bersinergi untuk Kemanusiaan", PMI Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mendukung program-program serta kebijakan Pemerintah Kota Cirebon, khususnya di bidang sosial dan kemanusiaan.
peserta muskot kali ini, kata Toat dihadiri oleh 16 peserta yang memiliki hak suara dan partisipasi, yang terdiri dari 1 orang perwakilan Pengurus PMI Provinsi Jawa Barat, 9 orang Pengurus PMI Kota Cirebon, 5 orang perwakilan dari PMI tingkat Kecamatan dan 1 orang unsur relawan.
BACA JUGA:Yamaha Jawa Barat Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian Sosial dan Semangat Berbagi
Melalui Muskot ini, kata Toat diharapkan terpilih jajaran pengurus yang mampu membawa PMI Kota Cirebon menjadi organisasi yang lebih maju, responsif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Pengurus PMI Jawa Barat, Caca Koswara, mengatakan, Pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan sinergi dengan pemerintah daerah.
Caca menekankan bahwa kunci keberhasilan sebuah organisasi, termasuk PMI, terletak pada semangat musyawarah untuk mufakat. Ia merujuk pada sejarah kemerdekaan Indonesia yang dicapai melalui semangat kebersamaan yang satu.
"Ujung dari musyawarah itu satu kata: seia sekata. Saya berharap Muskot ini mampu mencapai mufakat demi kebaikan PMI dan Kota Cirebon ke depan," ujarnya.
BACA JUGA:Simulasi Kredit Honda BeAT Wilayah Cirebon April 2026, Bisa Tanpa DP?
Sinergi dengan Pemerintah Kota
Selain aspek internal, beliau juga mengingatkan agar kepengurusan PMI Kota Cirebon yang baru nantinya tetap berjalan selaras dengan visi dan misi Wali Kota Cirebon. Sebagai bagian integral dari pemerintah kota, PMI diharapkan tidak memiliki agenda yang menyimpang dari kebijakan daerah.
"Jangan sampai ada visi-misi yang dibuat tersendiri atau menyimpang dari visi-misi Bapak Wali Kota. PMI dan Pemerintah Kota adalah satu kesatuan, di mana Wali Kota merupakan pelindung utama PMI di tingkat kota," tegasnya.
Caca berharap PMI Kota Cirebon dapat terus berkembang dalam aspek pelayanan kemanusiaan dan mampu mencetak kader-kader yang memiliki karakter kuat sesuai prinsip dasar Palang Merah Indonesia.
"Semoga hasil akhir dari Muskot ini adalah yang terbaik bagi Kota Cirebon, mendukung kepemimpinan Bapak Wali Kota, dan memberikan kontribusi nyata bagi Jawa Barat secara luas," harapnya.
Muskot ini diharapkan melahirkan kepemimpinan yang solid untuk membawa PMI Kota Cirebon semakin mandiri dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
BACA JUGA:Perdana Geber Lintasan Yamaha Cup Race, MAXi Race Guncang Sidrap !
Walikota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa fokus utama ke depan adalah pendalaman kualitas SDM. Menurutnya, infrastruktur yang mumpuni tidak akan berarti tanpa kualitas personel yang baik di dalamnya.
"Sumber daya manusia adalah yang paling penting untuk bisa menjalankan tugas-tugas dengan baik. Jika PMI sudah bagus tapi SDM-nya tidak (bagus), maka hasilnya tidak akan maksimal," ujarnya.
walikota mengapresiasi Capaian Rekor MURI donor darah yang dilakukan oleh PMI Kota Cirebon tahun 2025.
Prestasi tersebut diraih melalui aksi donor darah dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.900 orang dalam waktu tercepat.
"Ini berkat kerja sama jajaran pengurus yang luar biasa. Semua melakukan upaya perubahan dan inovasi yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," tambahnya.
BACA JUGA:Perdana Geber Lintasan Yamaha Cup Race, MAXi Race Guncang Sidrap !
Selain prestasi internal, kata Walikota, PMI Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menjaga sinergitas dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Kerja sama ini dinilai krusial agar kehadiran PMI dapat memberikan kontribusi sosial yang lebih besar bagi warga, khususnya dalam pelayanan kesehatan dan kemanusiaan.
Ketua PMI Kota Cirebon, dr H M Edial Sanif SpJP FIHA mengatakan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat melalui berbagai inovasi dan pembaruan organisasi.
Lebih jauh Edial menyampaikanperan PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam aksi kemanusiaan. Muskot PMI sebagai proses pergantian kepengurusan diharapkan mampu membawa wajah baru dan semangat inovasi. Sesuai dengan undang-undang yang berlaku, pelaksanaan tugas PMI merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan organisasi PMI itu sendiri.
"Kami berharap dengan kepengurusan baru nanti akan lahir inovasi-inovasi yang bisa membawa PMI jauh lebih baik lagi. Sinergi antara pemerintah dan PMI harus berjalan selaras agar organisasi ini dapat berfungsi secara maksimal," ungkapnya. (Abd)