RADARCIREBON.COM – Anggota DPRD Kota Cirebon inisial HSG diduga selingkuh dengan istri kuwu.
Isu ini telah menjadi sorotan publik. Bahkan, telah diadukan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota.
Persoalan moral yang menyeret nama anggota DPRD Kota Cirebon ini memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat sipil.
Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon menyatakan keprihatinan mendalam atas mencuatnya kasus tersebut.
BACA JUGA:Isu Harry Saputra Gani Selingkuh, NasDem Buka Suara dan Lakukan Klarifikasi
BACA JUGA:Mahasiswa Demo DPRD Kota Cirebon, Desak Pecat Oknum Dewan Diduga Selingkuh
Organisasi ini menilai, persoalan yang menyeret nama wakil rakyat itu tidak lagi sekadar urusan pribadi, melainkan telah berkembang menjadi isu publik yang menyangkut integritas lembaga legislatif.
Menurut FORMASI, dugaan perselingkuhan ini berpotensi mencoreng citra DPRD sebagai institusi yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan moralitas dalam menjalankan amanah rakyat.
Terlebih, posisi anggota dewan sebagai pejabat publik menuntut standar perilaku yang lebih tinggi dibanding masyarakat pada umumnya.
Wakil Ketua Bidang Perlindungan Hukum Perempuan dan Anak FORMASI Cirebon, Tri Retno Anindita, secara tegas meminta partai politik yang menaungi oknum anggota dewan tersebut untuk segera mengambil langkah konkret.
BACA JUGA:Diduga Selingkuh dengan Istri Kuwu: Minggu Depan HSG Dipanggil BK DPRD Kota Cirebon
BACA JUGA:Perempuan Disabilitas Hanyut di Sungai Jamblang Cirebon, Polisi dan Basarnas Turun Tangan
Ia menekankan pentingnya sikap terbuka, objektif, dan tidak defensif dalam menyikapi persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat luas.
“Partai politik harus menunjukkan komitmen nyata terhadap etika publik dan akuntabilitas kadernya. Jangan sampai muncul kesan adanya pembiaran atau upaya melindungi tindakan yang justru merusak kepercayaan masyarakat,” ujar Retno dalam keterangan resminya.
Retno menambahkan, setiap kader partai yang menduduki jabatan publik sejatinya memikul tanggung jawab moral yang besar.