“Guru Fisika kami sering membimbing siswa membuat robot dan alat peraga lainnya. Begitu juga guru seni dan olahraga yang telah mencetak prestasi hingga tingkat nasional,” bebernya.
Langkah mendekati sekolah terdekat ini diambil karena keterbatasan lahan untuk membangun kawasan pendidikan baru dari nol di Kota Cirebon. Dengan adanya sekolah integrasi, diharapkan lulusan dari Kota Cirebon memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat global.
Begitu juga pemilihan kepala sekolah untuk Sekolah Integrasi tidak akan dilakukan secara sembarang. Terdapat kriteria dan tahap seleksi yang kuat untuk menjaring individu yang mampu mengelola sistem pendidikan yang lebih inklusif dan terpadu.
Meski seleksi dilakukan dengan ketat, pemerintah saat ini memilih untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah tersedia di lingkungan pendidikan. Hal ini didasari oleh keyakinan terhadap kualitas para pendidik yang saat ini sudah bertugas.
BACA JUGA: Update Harga iPhone Mei 2026: Ada yang Naik dan Turun, Cek Tempat Beli dengan Garansi Resmi Termurah
"Untuk sementara ini, kami akan menggunakan SDM yang sudah ada. Kami yakin guru-guru di sini sudah sangat hebat," bebernya.
Dinas Pendidikan berharap, melalui kombinasi seleksi yang ketat dan pelatihan yang intensif, Sekolah Integrasi akan mampu melahirkan ekosistem belajar mengajar yang berkualitas tinggi di masa depan. (abd)