Mahasiswa Desak DPRD Cirebon Transparan Tangani Dugaan Skandal HSG, Proses BK Mulai Bergulir

Selasa 05-05-2026,15:30 WIB
Reporter : Cecep Nacepi
Editor : Tatang Rusmanta

RADARCIREBON.COM – Gelombang kritik dari kalangan mahasiswa kembali mengarah ke DPRD Kota Cirebon. 

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Peduli Demokrasi mendatangi gedung legislatif di Jalan Siliwangi, Senin (4/5/2026). 

Mereka mempertanyakan keseriusan dan ketegasan DPRD dalam menangani dugaan skandal cinta yang melibatkan Wakil Ketua DPRD, Harry Saputra Gani (HSG), dengan istri Kuwu Kedungjaya.

Aksi tersebut menjadi sorotan publik karena menyangkut integritas pejabat publik sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif. 

BACA JUGA:KDM Mau Lewat, Drainase di Cirebon Akhirnya Diperbaiki Setelah 4 Tahun Bermasalah

BACA JUGA:Neymar Tampar dan Tendang Anak Robinho Legenda Man City Saat Latihan, Ini Kronologinya

Dalam audiensi yang berlangsung di ruang rapat Griya Sawala, mahasiswa diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, bersama sejumlah anggota dewan lainnya.

Suasana diskusi berlangsung terbuka. Para mahasiswa menyampaikan aspirasi sekaligus keresahan yang berkembang di tengah masyarakat. 

Mereka menilai kasus ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat posisi terlapor sebagai pimpinan DPRD.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Ahmad, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk kontrol sosial terhadap dugaan pelanggaran yang dinilai mencederai marwah lembaga. 

BACA JUGA:HP 1 Jutaan Infinix Mei 2026 hingga Kamera 200MP, Ini Daftar Lengkapnya!

BACA JUGA:Korsleting Listrik Hanguskan Dua Rumah di Tukdana, Kerugian Ditaksir Rp 400 Juta

Ia menyoroti pentingnya menjaga integritas, baik secara personal maupun sebagai pejabat publik.

“Seorang wakil rakyat harus mampu menjaga sikap dan kehormatan dirinya. Ketika itu gagal dilakukan, maka citra lembaga tempatnya bernaung ikut terdampak,” ujarnya dalam forum tersebut.

Ahmad juga menambahkan bahwa kasus dugaan asusila, jika benar terjadi, merupakan pelanggaran serius. 

Kategori :