RADARCIREBON.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 41 sekolah tingkat SMA dan SMK untuk bertransformasi menjadi Sekolah Manusia Unggul (Maung) mulai tahun ajaran 2026/2027.
Program tersebut mencakup 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sekolah-sekolah ini nantinya akan dikembangkan sebagai sekolah unggulan dengan fokus pada prestasi akademik maupun non-akademik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, mengatakan pemilihan sekolah dilakukan berdasarkan usulan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan di masing-masing wilayah.
“Iya itu kan dilakukan berdasarkan usulan dari cabang dinas jadi cabang dinas yang lebih mengetahui kondisi di lingkungannya masing-masing dan setelah itu ditampung,” ujar Purwanto, dikutip dari TribunJabar pada Senin, 11 Mei 2026.
Usulan dari tiap KCD tersebut kemudian diverifikasi oleh tim khusus dan akan menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat.
Dari total 28 SMA Maung, dua sekolah berada di Kota Bandung, yakni SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung. Sementara untuk SMK, setiap cabang dinas mengusulkan satu sekolah unggulan.
Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga berencana mengusulkan perubahan nama resmi sekolah-sekolah tersebut menjadi Sekolah Maung kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Iya (namanya menjadi Sekolah Maung) nanti kita akan usulkan ke kementerian. Kita kalau diizinkan oleh kementerian akan melakukan itu,” jelasnya.
BACA JUGA:Kelompok Tani Al Muttaqin Cirebon Gandeng UGJ Edukasi Pengendalian Hama dan Tata Cara Tanam
Sekolah Maung Punya Sistem Berbeda
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan Sekolah Maung dirancang berbeda dibanding sekolah reguler pada umumnya.
Sekolah ini akan menerima siswa melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan tambahan seleksi prestasi non-akademik, seperti olahraga, seni, hingga industri kreatif.
Dedi menegaskan program tersebut tidak membangun sekolah baru, melainkan meningkatkan kualitas sekolah unggulan yang sudah ada sebelumnya.
“Dua hal, prestasi akademik dan prestasi non-akademik, jadi di Sekolah Maung nanti bukan hanya yang akademiknya baik, tetapi yang berprestasi di bidang olahraga, di bidang seni, industri kreatif tetap sekolah di situ,” ujar Dedi.
BACA JUGA:Kejar-kejaran, Tim Maung Presisi Gagalkan Tawuran, Amankan 5 Remaja dan Sejumlah Sajam