Ketinggian air yang masuk ke permukiman warga rata-rata mencapai 10 hingga 30 sentimeter.
Meski belum menyebabkan evakuasi besar-besaran, warga terlihat sibuk menyelamatkan barang-barang rumah tangga agar tidak rusak terendam banjir.
Selain merendam rumah warga, hujan deras juga menyebabkan gangguan listrik di sejumlah wilayah.
Salah satu daerah yang mengalami pemadaman listrik yakni Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
BACA JUGA:Ebola Kembali Mengancam Dunia, WHO Umumkan Darurat Kesehatan Internasional
Banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Ciuyah, Kecamatan Waled, dan Desa Warukawung, Kecamatan Depok.
Hingga Senin malam, gerimis dengan intensitas sedang masih mengguyur beberapa wilayah di Cirebon dan sekitarnya.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota dan Kabupaten Cirebon masih melakukan pendataan terhadap wilayah terdampak serta potensi kerugian akibat banjir tersebut.
Petugas juga terus memantau kondisi cuaca guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan apabila hujan kembali turun deras.
Masyarakat diimbau tetap waspada, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan genangan.
Pengendara kendaraan bermotor juga diminta berhati-hati saat melintas di ruas jalan yang masih tergenang air untuk menghindari kecelakaan maupun kendaraan mogok. (*)