BACA JUGA:WJES 2026: Ciayumajakuning Dinilai Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Barat
Intan juga menekankan bahwa kemandirian dan rasa tanggung jawab anak tidak tumbuh secara instan, melainkan dari pola asuh yang memberikan ruang bagi anak untuk bertindak.
"Kenapa anak harus diajarkan tanggung jawab? Supaya melatih responsibility dan resilience (ketangguhan) mereka sejak dini. Ini juga sekaligus menumbuhkan karakter how to solve the problem—bagaimana mereka bisa menyelesaikan masalah atas tindakan yang sudah mereka lakukan," ujar Intan
Intan mengajak para orang tua untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, orang tua sering kali terlalu cepat mengambil alih tugas atau masalah anak karena tidak sabar, yang justru berdampak buruk pada perkembangan mental mereka.
"Coba bapak dan ibu evaluasi lagi. Jangan-jangan selama ini anak mau melakukan sesuatu, kita langsung ambil alih karena merasa pengerjaan mereka kurang rapi atau lama. Beri mereka kepercayaan," tambahnya.
BACA JUGA:Menteri PKP Apresiasi Dukungan BSI Pada Program Perumahan, Target 2026 Rp1,2 Triliun
Intan mengingatkan bahwa mendidik anak membutuhkan keseimbangan antara ikhtiar pola asuh yang tepat dan doa yang tidak pernah putus agar anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam segala hal. (Abd)