Menurutnya, kerusakan jalan di Purwawinangun menjadi prioritas utama karena berada di kawasan perkotaan dan digunakan masyarakat setiap hari untuk beraktivitas.
Ia memastikan pembangunan kembali jalan tersebut akan segera dilakukan setelah proses survei bersama dinas terkait selesai dilakukan.
“Hasil pengecekan menunjukkan di bawah jalan terdapat aliran kali kecil. Saat hujan deras, pondasi terus terkikis hingga akhirnya jalan amblas dan tidak dapat dilalui,” katanya.
BACA JUGA:Pertamina EP Zona 7 Salurkan 40 Sapi dan 63 Kambing saat Iduladha 1447 H
Sri menjelaskan, penanganan di lokasi tersebut tidak hanya sekadar memperbaiki badan jalan.
Tetapi juga membutuhkan pembangunan tembok penahan tanah agar longsor tidak kembali terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Selain Purwawinangun, Sri juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap wilayah Cigadung yang dinilai rawan longsor akibat limpasan air dari daerah hulu.
“Hampir setiap hujan deras, Cigadung selalu terdampak limpasan air. Ini harus menjadi fokus penanganan kebencanaan ke depan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera merealisasikan langkah mitigasi dan penguatan infrastruktur di wilayah rawan bencana guna menjaga keselamatan masyarakat serta meminimalkan risiko longsor di musim penghujan. (*)