Program MBG Bakal Manfaatkan Kantin Sekolah, Ini Penjelasan Istana

Selasa 09-06-2026,04:01 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Moh Junaedi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang mengungkapkan, lembaganya tengah merancang sejumlah strategi baru guna mempercepat perluasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah yang sulit dijangkau.

BACA JUGA:Kejari Kuningan Data dan Awasi MBG, SPPG Cirebon Tetap Berjalan Lancar

Salah satu alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia di masyarakat.

Selain kantin sekolah, pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan dapur umum dan dapur komunitas yang dinilai lebih siap digunakan dibanding harus membangun fasilitas baru dari awal.

Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program sekaligus mempercepat distribusi layanan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Dengan memanfaatkan fasilitas yang telah ada, pemerintah juga dapat mengurangi kebutuhan pembangunan dapur baru atau SPPG yang membutuhkan biaya besar dan waktu pembangunan yang tidak singkat.

Nanik menjelaskan, pendekatan ini merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.

BACA JUGA:Pasca Kasus BGN, Kejari Kuningan Perketat Pengawasan Program MBG

“Tujuan utama program tetap sama, yakni memastikan anak-anak dan kelompok sasaran lainnya memperoleh makanan bergizi yang memenuhi standar kesehatan,” jelasnya.

Selain memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia, BGN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis.

Kerja sama tersebut dapat melibatkan badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), yayasan sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan gizi masyarakat.

Model kolaboratif ini dinilai mampu memperkuat kapasitas pemerintah dalam memperluas layanan MBG tanpa sepenuhnya bergantung pada pembangunan infrastruktur baru yang membutuhkan pembiayaan besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

BACA JUGA:Tiga Petinggi BGN Jadi Tersangka, SPPG Kota Cirebon Pastikan Program MBG Tetap Berjalan

Nanik menegaskan bahwa prinsip utama dari berbagai alternatif yang sedang disusun adalah efisiensi penggunaan anggaran negara.

Pemerintah ingin memastikan program dapat berjalan optimal dengan memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia.

"Intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN dan tidak harus selalu membangun dapur baru. Kita bisa memanfaatkan dapur yang sudah ada, termasuk kantin sekolah," ujarnya.

Kategori :