Daya Motor

Program MBG Bakal Manfaatkan Kantin Sekolah, Ini Penjelasan Istana

Program MBG Bakal Manfaatkan Kantin Sekolah, Ini Penjelasan Istana

Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG).-Istimewa-radarcirebon

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Wacana pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai mencuat dan menjadi perhatian publik.

Gagasan tersebut muncul sebagai salah satu alternatif yang sedang dikaji pemerintah untuk memperluas jangkauan program MBG, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Meski demikian, Istana Kepresidenan menegaskan bahwa usulan tersebut bukan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:Nanik S Deyang, Trenggono dan Agustina Arumsari Resmi Jadi Pimpinan BGN, Ini Pesan Prabowo

Pemerintah saat ini masih melakukan berbagai kajian untuk mencari model terbaik dalam pelaksanaan program unggulan tersebut di seluruh daerah Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, munculnya ide pemanfaatan kantin sekolah merupakan bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus dievaluasi.

Menurutnya, pemerintah memahami bahwa kondisi geografis Indonesia sangat beragam. Karena itu, penerapan satu model Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG tidak selalu cocok diterapkan secara seragam di seluruh wilayah.

"Indonesia memiliki karakteristik daerah yang berbeda-beda. Ada wilayah yang memiliki sarana dan prasarana memadai, namun ada pula daerah yang menghadapi berbagai keterbatasan, terutama di kawasan 3T," ujar Prasetyo saat memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 8 Juni 2026.

Ia mengatakan, kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mencari berbagai alternatif yang lebih fleksibel agar layanan makan bergizi tetap dapat menjangkau masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

BACA JUGA:Sejumlah SPPG di Kota Cirebon Berhenti Beroperasi, Distribusi MBG Terganggu

Karena itu, pemerintah telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyusun sejumlah skema yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Pendekatan ini dinilai penting agar implementasi program tidak terkendala oleh keterbatasan infrastruktur maupun kondisi geografis tertentu.

Prasetyo menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait penggunaan kantin sekolah sebagai dapur MBG.

Semua opsi yang berkembang masih berada dalam tahap pembahasan dan kajian mendalam oleh jajaran pimpinan baru BGN.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase