Program MBG Diprioritaskan untuk Ibu Hamil, Balita dan Daerah 3T, BGN Beberkan Strateginya
Kepala BGN, Nanik S Deyang-bgn.go.id-
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) akan memfokuskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau yang dikenal dengan kategori 3B.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemenuhan gizi kelompok rentan sebagai prioritas utama dalam program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, fokus baru tersebut diambil setelah BGN melakukan berbagai diskusi dan kajian bersama para pakar gizi serta kesehatan masyarakat.
BACA JUGA:Soroti Integritas Program MBG, Prabowo: Tidak Ada Toleransi bagi Penyimpangan
Menurutnya, masa paling penting dalam intervensi gizi adalah sejak awal kehamilan hingga anak memasuki usia sekolah dasar.
Pada periode tersebut, kebutuhan nutrisi memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas kesehatan jangka panjang.
"Sekarang kita fokuskan ke wilayah 3T dan terutama kelompok 3B. Setelah berdiskusi dengan para pakar, intervensi gizi yang paling efektif dilakukan sejak awal masa kehamilan hingga anak berusia sekitar sembilan tahun atau setara usia sekolah dasar," ujar Nanik dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kebijakan tersebut, BGN telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana Program MBG di berbagai daerah.
Dalam aturan tersebut, setiap SPPG diwajibkan memberikan pelayanan kepada kelompok sasaran 3B.
BACA JUGA:Tiga Mantan Pejabat BGN Ditahan, Kejagung Beberkan Modus Dugaan Korupsi Program MBG
Apabila tidak menjalankan ketentuan tersebut, maka operasionalnya dapat ditangguhkan sementara.
Nanik menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan agar distribusi manfaat Program MBG benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.
Menurutnya, langkah itu juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan tepat sasaran.
"Kami bahkan sempat memberikan peringatan bahwa SPPG harus melayani kelompok 3B. Jika tidak, operasionalnya bisa ditangguhkan.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

