Rumah Kasiyati Akan Dibangun dari Nol, Pemkab Cirebon Gandeng Developer dan Baznas

Kamis 11-06-2026,18:36 WIB
Reporter : Samsul Huda
Editor : Moh Junaedi

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat menindaklanjuti kondisi rumah milik Kasiyati (36).

Warga Blok Karanganyar Wetan, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, yang selama ini menjadi sorotan publik karena dinilai sudah tidak layak huni.

Melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP), Pemkab Cirebon kini tengah menyiapkan berbagai skema percepatan agar pembangunan rumah Kasiyati dapat segera direalisasikan tanpa harus menunggu terlalu lama.

BACA JUGA:Kisah Pilu Kasiyati, Warga Cirebon yang Bertahan Hidup di Rutilahu Selama 15 Tahun

Kepala DPKPP Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah, mengatakan rumah Kasiyati menjadi salah satu prioritas penanganan.

Saat ini, pihaknya sedang memformulasikan langkah tercepat untuk merealisasikan pembangunan rumah yang layak bagi keluarga tersebut.

Menurut Hilman, salah satu opsi yang sedang diupayakan adalah menggandeng para pengembang atau developer melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan dari sektor swasta dinilai dapat mempercepat proses pembangunan dibanding harus menunggu alokasi anggaran reguler pemerintah.

"Rumah Bu Kasiyati menjadi prioritas. Saat ini kami sedang memformulasikan penanganan yang paling cepat, salah satunya melalui dukungan CSR dari developer yang sedang kami upayakan," ujar Hilman, Kamis 11 Juni 2026.

Selain menjalin komunikasi dengan para developer, DPKPP juga berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon.

Upaya tersebut dilakukan agar bantuan pembangunan rumah dapat segera direalisasikan tanpa harus menunggu penganggaran melalui APBD murni tahun 2027.

BACA JUGA:Kondisi Rumah Kasiyati Jadi Sorotan, DPKPP Kabupaten Cirebon Pastikan Masuk Prioritas Program Rutilahu

"Kami juga sedang berikhtiar dan berkoordinasi dengan Baznas agar penanganannya bisa lebih cepat," katanya.

Tak hanya itu, Pemkab Cirebon juga membuka peluang penganggaran melalui APBD Perubahan 2026.

Jika skema tersebut memungkinkan, pembangunan rumah Kasiyati berpotensi masuk dalam daftar prioritas penanganan tahun ini.

Hilman menjelaskan, kondisi bangunan yang ditempati Kasiyati saat ini sudah tidak lagi masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang hanya membutuhkan peningkatan kualitas bangunan.

Kategori :