CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pengurus DPW Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) periode 2026-2029Kota Cirebon resmi dilantik. pelantikan pengurus ini dilakukan langsung oleh DPP HPAI, Sabtu (13/6/2026) di SDN Karya Mulya 2 Kecamatan Kesambi Kota Cirebon.
Hadir langsung dari Kabid Tata Lingkungan dan kemitraan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Sutandi, Ita dari Astra, dan Ketua DPP HPAI Woro Yanuarti. Pada kesempatan tersebut, Dewi Yoni Setyorini dilantik sebagai Ketua DPW HPAI Kota Cirebon.
Ketua DPP HPAI Woro Yanuarti menjelaskan HPAI komitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi. Berdiri sejak 28 Maret 2017, organisasi yang kini telah berusia 10 tahun tersebut fokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pendidikan lingkungan hidup.
Woro menyampaikan bahwa organisasi ini telah memiliki payung hukum yang jelas untuk menjalankan berbagai programnya.
BACA JUGA:Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Pemuda Cirebon Alami Kecelakaan hingga Dirawat di Rumah Sakit
Langkah ini diambil sebagai bagian dari urun rembuk dan komitmen nyata dalam mendorong pelaksanaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di masyarakat. Menjadi Pendukung Sekolah Adiwiyata yang Berkelanjutan
“HPAI mengusung visi besar untuk menjadi pendukung utama dalam pelaksanaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup secara berkelanjutan,” tandasnya
Visi kami, kata Woro, adalah mendorong agar sekolah-sekolah terus bertumbuh dan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, HPAI membuka ruang sinergi yang luas dengan berbagai pihak terkait, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, jajaran pihak sekolah, hingga seluruh elemen masyarakat yang hadir.
BACA JUGA:Diduga Akibat Obat Nyamuk Bakar, Kebakaran Rumah di Losari Cirebon Tewaskan Pria 71 Tahun
Sementara itu, misi utama dari HPAI adalah mendorong gerakan peduli dan berbudaya lingkungan di sekolah melalui kolaborasi dan moderasi. Di tengah kondisi bumi yang semakin panas, HPAI mengajak semua pihak untuk tidak hanya berwacana, tetapi langsung mengambil tindakan nyata.
"Apa yang kita cita-citakan adalah bumi yang lestari. Dan sekarang, fokus kita adalah beraksi untuk iklim,” tandasnya.
Maka dari itu, HPAI hadir bersama-sama untuk mewujudkan komitmen tersebut, salah satunya dengan semakin menggalakkan gerakan menanam pohon. Melalui gerakan ini, pihaknya berharap dapat menciptakan generasi muda yang lebih peka terhadap isu lingkungan sekaligus menekan dampak negatif dari perubahan iklim global.
Kabid Tata Lingkungan dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Sutandi ST MT, menegaskan bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak seluruh masyarakat sekaligus tanggung jawab bersama.
BACA JUGA:Kepemilikan Pertek dan SLO di Kabupaten Cirebon Masih Rendah, DLH Perkuat Pengawasan
Saat ini, kata Sutandi, persoalan lingkungan menjadi tantangan besar, khususnya terkait tata kelola sampah yang kondisinya kian kritis.
Sutandi membeberkan, Berdasarkan data nasional, hampir 70% dari total sampah di Indonesia saat ini berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kondisi ini memicu kelebihan muatan karena TPA di berbagai daerah dilaporkan sudah mulai penuh.
Menanggapi situasi tersebut, kata Sutandi, Pemerintah Kota Cirebon mendorong agar pengelolaan sampah dapat diselesaikan sejak dari hulu, yakni di lingkungan rumah tangga atau ranah pribadi masing-masing.
Sebagai langkah konkret, menurut Sutandi, Wali Kota Cirebon telah menerbitkan Surat Edaran Pengelolaan Sampah Kawasan. Surat edaran ini mewajibkan setiap klaster kawasan, mulai dari lingkungan sekolah hingga perkantoran, untuk melakukan pengelolaan dan pemilahan sampah secara mandiri.
BACA JUGA:Evaluasi Sistem Keuangan Desa, DPRD: Pengawasan Dana Desa Harus Diperkuat
Dalam upaya ini, menurut Sutandi, program Adiwiyata dinilai memiliki posisi yang sangat strategis. Gerakan ini menjadi mitra penting pemerintah dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini di dunia pendidikan.