Meski berstatus sebagai peserta magang dan bukan pekerja formal, kompensasi yang diterima siswa terhitung besar. Peserta mendapatkan bantuan uang saku berkisar antara Rp12 juta hingga Rp15 juta per bulan.
“Nilai itu didasarkan pada hitungan 20 sampai 22 hari kerja dalam sebulan, biasanya Senin sampai Jumat. Banyak peserta yang memilih mengambil jam tambahan atau lembur pada hari Sabtu untuk menambah pendapatan mereka,” jelas Tommy.
Keuntungan finansial tersebut baru keuntungan jangka pendek. Nilai jual utama pascaprogram adalah kemudahan karier. Sejak April 2025, program magang satu tahun mulai digulirkan untuk memperkuat keanggotaan peserta. Angkatan pertama program satu tahun ini kini bersiap kembali ke tanah air.
Peluang karir lanjutan buka lebaran. Perusahaan Taiwan lebih menyukai tenaga kerja yang telah memahami budaya, bahasa, dan ritme kerja lokal melalui jalur magang. Pelatihan investasi yang dilakukan pihak industri saat masa magang membuat peluang peluang ulang menjadi sangat tinggi.
BACA JUGA:Fakta Bansos Rp5,4 Juta Tahun 2026, Pemerintah Ubah Sistem Penyaluran Jadi Serba Digital
Jika kinerja peserta dinilai baik dan mereka beralih status menjadi tenaga terampil, pendapatan mereka melonjak tajam. Gaji pokok pengrajin di Taiwan berada di angka Rp22 juta per bulan. Jika melompat ke Hong Kong, angkanya bisa menyentuh 2.000 dolar AS atau setara Rp36 juta per bulan, disusul wilayah Macau yang juga menawarkan standar tinggi.
Kebutuhan pasar di Taiwan tidak terbatas pada sektor perhotelan. Sektor teknik, sistem informasi, bisnis, akuntansi, hingga informasi teknologi kekurangan pasokan tenaga kerja terampil. Kehadiran STMIK IKMI Cirebon diharapkan mampu mengisi celah kebutuhan tersebut secara berkala.
Selain jalur magang, program kerja sama ini juga membuka peluang kuliah gratis ke China dan Taiwan dengan masa studi tiga hingga empat tahun. Mahasiswa hanya menanggung biaya hidup mandiri. Setelah lulus, mereka langsung terhubung dengan peluang kerja bergaji pokok Rp12 juta per bulan.
Saat ini, skema kuliah tersebut sudah diikuti oleh 60 peserta. Pada penjajakan awal di kampus STMIK IKMI Cirebon, pihak mitra menargetkan minimal lima mahasiswa dapat segera terserap dalam waktu dekat. (ade)