STMIK IKMI Cirebon Kejar IKU lewat Jalur Internasional

Minggu 14-06-2026,11:01 WIB
Reporter : Ade Gustiana
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON, RADARCIREBON.COM – STMIK IKMI Cirebon resmi membuka pintu lebar-lebar bagi mahasiswanya untuk merambah dunia kerja internasional. Kampus IT ternama di Kota Udang ini resmi menggandeng mitra penyalur internasional untuk meluncurkan program magang (magang) ke Taiwan. Langkah strategis ini menerapkan sektor jasa dan perhotelan dalam skala internasional.

Sosialisasi Magang Luar Negeri ke Taiwan dilaksanakan di Aula kampus setempat, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon, Sabtu (13/6/2026). Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dr Dadang Sudrajat SSi MKom menegaskan, kerja sama internasional ini bukan sekadar gaya-gayaan. Ini langkah konkret institusi dalam meningkatkan mutu lulusan agar memiliki daya saing global sejak bangku kuliah.

Era sekarang menuntut pengalaman global. Kerja sama dengan Taiwan ini dirancang untuk membentuk mentalitas kerja internasional, memperluas wawasan, sekaligus mengasah soft skill dan hard skill siswa secara langsung di negara maju,” ujar Prof Dadang.

Ia menambahkan, mempercepat program luar negeri ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi lokal di Cirebon mampu membangun jejaring global yang kuat. Persiapan kurikulum dan mental siswa menjadi prioritas utama kampus sebelum melepaskan mereka ke luar negeri.

BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Maroko Tahan Gempuran Brasil, Laga Berakhir 1-1

Wakil Ketua Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dian Ade Kurnia MKom PhD menjelaskan teknis program tersebut. Kerja sama luar negeri wajib melibatkan mitra internasional yang valid. Syarat utama peserta program magang ini mutlak: mahasiswa harus berstatus aktif dan terdaftar resmi di PDDikti. Peluang di Taiwan dinilai sangat menjanjikan. Durasi magang tidak lagi singkat. Mahasiswa bisa menghabiskan waktu enam bulan hingga satu tahun penuh di sana.

“Tempat magangnya bukan di pabrik atau industri manufaktur. Fokusnya di sektor jasa, seperti perhotelan dan pelayanan. Relevansinya dengan program studi D3 Akuntansi dan Informatika kami sangat erat. Di hotel bintang lima, operasional tidak hanya urusan housekeeping. Ada sistem IT dan manajemen keuangan yang berjalan di belakangnya,” kata Prof Dian.

Bagi STMIK IKMI Cirebon, program ini memberikan dampak instan yang signifikan. Kampus menekankan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), terutama poin internasionalisasi kampus dan pembelajaran di luar kampus. Magang satu semester di luar negeri dapat mengkonversi setara dengan 20 SKS. Jika siswa mengambil program dua semester, konversi bisa mencapai 40 SKS.

Tantangan terbesar program ini justru berada di sektor hulu: minat pelajar dan restu orang tua. Perwakilan mitra penyalur program kerja sama Taiwan, Tommy W, pemeriksa persepsi keliru yang sering berkembang di masyarakat.

BACA JUGA:Australia Juara Piala AFF U-19 2026 Usai Tumbangkan Thailand 2-0 di Final

“Ini benar-benar program pendidikan. Ini bukan TKI. Mahasiswa datang untuk belajar, membuka wawasan, dan mengubah pola pikir. Mereka belajar keterampilan, lalu pulang membawa modal pengalaman untuk masa depan,” tegas Tommy.

Tommy mengakui, menyaring peminat dari kalangan sejarawan tergolong sulit. Dari satu kampus dengan ribuan mahasiswa, yang berminat biasanya tidak sampai sepuluh persen. Edukasi kepada orang tua menjadi batu sandungan utama karena program ini sering disamakan dengan jalur buruh migran.

“Kami pernah sosialisasi enam bulan di satu kampus berpenduduk 6.000 mahasiswa, yang mendaftar akhirnya hanya tiga orang. Kami tidak bisa memaksa. Jalurnya harus lewat kampus, tidak bisa rekrut mandiri. Semua proses dijamin oleh perguruan tinggi,” tambahnya.

Sistem di Taiwan dipastikan aman. Mitra di sana didominasi oleh jaringan hotel berbintang lima. Standar operasionalnya jelas, jam kerja diatur ketat, dan perlindungan terhadap peserta magang internasional dijamin penuh oleh regulasi setempat.

BACA JUGA:10 Mobil Bekas 7 Seater di Bawah 200 Juta, Kabin Luas Cocok untuk Kebutuhan Keluarga

Kategori :