STMIK IKMI CIREBON Jadi Motor Kolaborasi Riset dan Inovasi Daerah
FGD Peluang dan Tantangan Kolaborasi Riset dan Inovasi Daerah dalam Mendukung Pembangunan Kabupaten Cirebon di Aula STMIK IKMI Cirebon, Selasa (23/6/2026).-Ade Gustiana-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Perguruan tinggi dituntut untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi hasil penelitian agar dapat langsung diterapkan di tengah kehidupan sosial.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh STMIK IKMI Cirebon sebagai penyelenggara utama.
Diskusi ilmiah ini mengusung tema Peluang dan Tantangan Kolaborasi Riset dan Inovasi Daerah dalam Mendukung Pembangunan Kabupaten Cirebon. Acara diselenggarakan secara tatap muka bertempat di Aula kampus setempat pada Selasa (23/6/2026).
Jalannya diskusi yang dipandu oleh moderator Rudi Kurniawan MT ini diikuti oleh sekitar 75 mahasiswa yang tampak antusias menyimak pemaparan materi.
BACA JUGA:Moncer di Super League, Pemain Naturalisasi Ini Berpeluang Comeback di Era John Herdman Usai 5 Tahun Absen
Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dr Dadang Sudrajat SSi MKom, membuka narasi dengan menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi sekadar menjadi tempat mencetak lulusan tanpa dampak sosial yang jelas. Peran kampus harus nyata dalam mendukung program pembangunan daerah melalui riset dan inovasi yang aplikatif.
"Kami ingin STMIK IKMI Cirebon menjadi bagian vital dari mesin penggerak pembangunan di Kabupaten Cirebon. Riset dari dosen dan mahasiswa harus berorientasi pada pemecahan masalah riil masyarakat, bukan sekadar mengejar angka kredit formalitas," ujar Prof Dadang.
Tantangan itu langsung disambut baik oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon, Dangi SSi MSc ST. Dangi memaparkan potret kemajuan sosial ekonomi Kabupaten Cirebon periode 2023–2025 yang menunjukkan tren positif, di mana angka kemiskinan berhasil ditekan hingga ke level 10,2 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik ke angka 73,27.
Namun, Dangi mengingatkan bahwa mempertahankan capaian tersebut membutuhkan cara-cara baru berbasis inovasi di tengah keterbatasan sumber daya. Bapperida berkomitmen mengoptimalkan perannya sebagai wadah Science Based Policy atau kebijakan publik berbasis data ilmiah.
BACA JUGA:Wali Kota Cirebon Lepas Kontingen PORSENITAS XIII 2026 dan Apresiasi Atlet Berprestasi POPDA XIV Jabar 2025
"Daerah memerlukan ide-ide segar dan terobosan baru agar roda perekonomian terus bergerak maju. Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan setiap kebijakan publik yang lahir didasarkan pada kajian ilmiah yang valid," kata Dangi.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Riset, Inovasi dan Kerjasama STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dian Ade Kurnia MKom PhD, membedah peluang tersebut dari perspektif data internal institusi. Dari total 1.586 mahasiswa aktif, sekitar 49,30 persen atau 782 mahasiswa merupakan anak-anak asli yang berdomisili di Kabupaten Cirebon, dengan sebaran terbesar di Kecamatan Talun, Gunung Jati, Mundu, Sumber, dan Kedawung.
Keterikatan lokal yang kuat ini menjadi modal besar karena mahasiswa memahami karakteristik wilayahnya. Ditambah lagi, STMIK IKMI memiliki keunggulan di sektor teknologi informasi seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Rekayasa Perangkat Lunak yang siap diterjunkan untuk digitalisasi desa dan penguatan UMKM.
"Tantangan terbesar kita adalah bagaimana menyinergikan hasil penelitian akademik agar tidak mandek di jurnal ilmiah semata. Seluruh riset harus dihilirisasi menjadi produk konkret yang menjawab kebutuhan mendesak pembangunan daerah," jelas Prof Dian.
BACA JUGA:IPB Cirebon Gabung Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
FGD ini langsung menghasilkan langkah konkret rencana tindak lanjut dari Bapperida Kabupaten Cirebon. Langkah strategis yang akan dieksekusi meliputi penyusunan roadmap riset per sektor, pengembangan pilot project kolaboratif, pembentukan Rumah Rinov (Riset dan Inovasi Daerah), pelaksanaan workshop berkala, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
Melalui konsep kolaborasi multi pihak (pentahelix), diharapkan sinergi antara STMIK IKMI Cirebon dan Pemkab Cirebon ini dapat melahirkan inovasi daerah yang berkelanjutan demi mendongkrak kualitas pelayanan publik dan mempercepat peningkatan daya saing daerah. (ade)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

