Salah satu cara paling mudah untuk mengeceknya adalah dengan melihat alamat website pada browser.
Website yang aman biasanya menggunakan protokol HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure).
Selain itu, terdapat ikon gembok pada kolom alamat yang menandakan bahwa data yang dikirimkan telah dienkripsi.
BACA JUGA:3 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Video Terbaik 2026, Harga Mulai Rp4 Jutaan
BACA JUGA:Yamaha Launching MX King 150 Prima Pramac Livery di Jakarta Fair, Penuhi Passion Penikmat Balap
Enkripsi berfungsi untuk melindungi data agar tidak mudah disadap atau dicuri saat proses pengiriman informasi berlangsung.
Karena itu, hindari memasukkan password, nomor kartu, atau data penting lainnya pada situs yang belum jelas tingkat keamanannya.
2. Jangan Sembarangan Menggunakan WiFi Gratis
WiFi gratis memang sangat membantu, terutama saat sedang berada di tempat umum seperti kafe, pusat perbelanjaan, bandara, atau stasiun.
Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat risiko keamanan yang cukup tinggi. Tidak sedikit pelaku kejahatan siber yang membuat jaringan WiFi palsu dengan nama yang mirip dengan jaringan resmi.
Ketika pengguna terhubung ke jaringan tersebut, berbagai informasi seperti username, password, hingga data perbankan dapat dicuri tanpa disadari.
Oleh sebab itu, hindari melakukan transaksi keuangan atau mengakses akun penting saat menggunakan WiFi publik. Jika terpaksa menggunakannya, pastikan jaringan tersebut benar-benar resmi dan terpercaya.
3. Waspadai Tautan atau Link Phishing
Phishing menjadi salah satu modus kejahatan siber yang paling sering memakan korban.
Pelaku biasanya mengirimkan tautan palsu melalui email, pesan singkat, atau aplikasi percakapan dengan mengatasnamakan bank, perusahaan, atau instansi tertentu.