PCNU Cirebon Tekankan Pemanfaatan AI yang Produktif dan Berbasis Nilai

Kamis 25-06-2026,15:00 WIB
Reporter : Samsul Huda
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON,RADARCIREBON.COM -Perkembangan teknologi kian cepat. Mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia pendidikan hingga sektor ekonomi digital.

Utamanya, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang makin banyak digandrungi. Perubahan teknologi itu juga mampu membuka peluang di sektor ekonomi digital.

Menyikapi perubahan tersebut, PCNU Kabupaten Cirebon mendorong warga NU atau nahdliyin untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai dan memanfaatkannya secara produktif.

Demikian disampaikan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani Amin saat membuka kegiatan Madrasah AI Future Skills: Pelatihan Afiliator TikTok Berbasis AI dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan yang digelar Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Cirebon bersama Proyek Sosial Kader PMK NU Cirebon Raya Kelompok Dua di Gedung PCNU Kabupaten Cirebon, Selasa (23/6/2026).

BACA JUGA:Tunggakan Pajak di Kota Cirebon Capai Rp100 Miliar, DPRD Desak Pemkot Optimalkan PAD

Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, masyarakat, khususnya warga NU, dituntut mampu membaca perubahan zaman agar tidak tertinggal dalam persaingan di era digital.

“Warga NU harus mampu memanfaatkan AI secara tepat untuk mendukung pendidikan, memperkuat literasi, hingga membuka peluang ekonomi digital,” ujar Kang Wawan --sapaan akrab Rois Syuriah.

Ia menilai, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan daya saing.

Di tengah transformasi digital, warga NU harus mampu memahami dan memanfaatkan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

BACA JUGA:Cetak Pelatih Berkualitas, Asosiasi Futsal Kota Cirebon Gelar Kursus Level 1 Nasional

Meski demikian, kang Wawan mengingatkan, bahwa penguasaan teknologi tidak boleh hanya berfokus pada aspek teknis.

“Pemanfaatan AI harus dibarengi dengan pemahaman nilai, tujuan, dan orientasi yang jelas agar teknologi benar-benar menjadi sarana pemberdayaan,” katanya.

Ia pun mengaitkan perkembangan teknologi dengan tradisi keilmuan Islam. Menurutnya, dalam khazanah keilmuan terdapat konsep maddah sebagai sarana dan thariqah sebagai metode. Namun, di atas keduanya terdapat unsur yang lebih penting, yakni al-mu’allim atau pendidik.

“Pendidik memiliki peran paling menentukan karena menjadi pihak yang mengarahkan bagaimana sarana dan metode digunakan,” jelasnya.

BACA JUGA:Rumor Naturalisasi Makin Panas, Gelandang VfB Stuttgart Disebut-sebut Jadi Calon Amunisi Baru Timnas Indonesia

Kategori :