Mubes Warga NU Cirebon Raya Rumuskan Solusi Persoalan Umat
DISKUSI. Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU Cirebon Raya 2026 merumuskan berbagai persoalan keumatan yang dihadapi masyarakat.-Samsul Huda-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Banyak persoalan yang dihadapi masyarakat dari berbagai kalangan saat ini. Salah satunya, beratnya tekanan ekonomi dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Keluh kesah datang silih berganti, dari petani, nelayan, guru, pedagang kecil, hingga pekerja informal.
Kegelisahan itu pun menjadi pembahasan serius dalam Musyawarah Besar (Mubes) warga NU 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Luhur Manhajiy Fahmina, Kota Cirebon, Selasa (16/6).
Forum tersebut menjadi wadah bagi warga untuk membahas berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga masa depan organisasi NU di tengah tantangan yang semakin kompleks.
Kegiatan yang mengusung tema "Menjadi Khaira Ummah: Mengembalikan NU sebagai Kekuatan Civil Society, Transformasi Abad Kedua NU yang Berdaulat dan Bermartabat" itu digelar sebagai ruang bersama untuk merumuskan langkah konkret menghadapi berbagai persoalan keumatan.
BACA JUGA:Teknologi Mesin Balap Yamaha MX King 150 2026 Jadi Andalan, Cek di Sini Fitur dan Harganya
Ketua Pelaksana Mubes, Abdul Muiz Syaerozi, mengatakan kegiatan ini lahir dari kegelisahan banyak warga yang merasakan semakin beratnya tekanan ekonomi dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
"Tidak sedikit yang mengeluhkan situasi kekinian yang membuat kehidupan mereka semakin tidak jelas, semakin sempit, semakin sulit, dan semakin tertekan. Bahkan kondisi tersebut menimbulkan stres di tengah masyarakat," kata Muiz saat membuka kegiatan.
Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak cukup hanya disikapi secara individual, tetapi perlu dirumuskan bersama sebagai agenda gerakan warga. Karena itu, Mubes Warga NU dihadirkan sebagai forum untuk mendengar, memetakan, dan mencari jalan keluar atas persoalan yang dirasakan masyarakat akar rumput.
Ia menegaskan bahwa forum tersebut bukan ruang untuk menyerang pihak tertentu maupun mengadili individu dalam tubuh NU. Mubes juga tidak dimaksudkan sebagai forum tandingan terhadap agenda organisasi resmi.
BACA JUGA:PLN Pastikan Keandalan Sistem 500 KV Melalui Pemeliharaan Dua Tahunan di GITET Tasikmalaya Jelang Idul Adha
"Fokus kita adalah bagaimana menyelesaikan persoalan warga. Bagaimana kita mendiskusikan, mencari formula, dan menemukan solusi yang tepat untuk mengentaskan berbagai persoalan yang sedang dihadapi warga NU," terangnya.
Muiz mengakui penyelenggaraan Mubes berdekatan dengan agenda Musyawarah Nasional PBNU sehingga memunculkan berbagai spekulasi. Namun ia membantah forum tersebut memiliki agenda politik tertentu.
"Ada yang menganggap forum ini untuk mengadili seseorang, menentukan arah dukungan politik, atau kepentingan kelompok tertentu. Padahal kegiatan ini tidak ditunggangi siapa pun. Ini murni gerakan warga Nahdlatul Ulama," katanya.
Ia menjelaskan pendanaan kegiatan berasal dari partisipasi masyarakat Cirebon Raya. Donasi diberikan secara gotong royong oleh warga, mulai dari belasan ribu rupiah hingga jutaan rupiah.
BACA JUGA:Daftar 10 HP Mid Range Redmi dan Poco Terbaik 2026, Cocok Gaming, Kamera dan Multitasking
Bagi Muiz, semangat gotong royong itu sengaja dipilih untuk menjaga independensi forum sekaligus membuktikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari aspirasi warga.
"Kami ingin membuktikan bahwa kegiatan ini benar-benar murni dan tidak ditunggangi siapa pun," katanya.
Mubes menghadirkan sejumlah tokoh NU dan akademisi dalam agenda Halaqah Pemikiran dan Masa Depan NU. Selain diskusi pemikiran, forum juga membahas sejumlah isu strategis melalui komisi-komisi yang fokus pada reformasi organisasi, kemandirian politik, kedaulatan ekonomi warga, dan masa depan generasi NU.
Panitia berharap hasil perumusan dalam Mubes dapat menjadi dasar gerakan warga sekaligus masukan bagi agenda organisasi NU ke depan.
BACA JUGA:3 Tahun Disekap Pacar hingga Alami Kebutaan dan Sulit Berjalan
“Kalau rumusan ini didengar oleh Munas PBNU tentu sangat baik. Tetapi kalau tidak pun tidak apa-apa. Yang penting kita memiliki rumusan bersama untuk membantu menyelesaikan persoalan warga,” pungkasnya. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

