Jika dahulu masyarakat menganggap KB sebagai program pemerintah yang bersifat instruktif, kini banyak warga yang secara sadar dan sukarela memilih menggunakan layanan kontrasepsi untuk merencanakan masa depan keluarga.
Kesadaran tersebut terlihat dari banyaknya warga yang telah mendaftarkan diri jauh sebelum pelaksanaan kegiatan berlangsung.
BACA JUGA:Pelayanan Pemkot Pindah ke GCM, DPRD Ingatkan Pelayanan tetap Optimal
Bahkan, sebagian masyarakat memilih menjalani layanan KB secara mandiri melalui fasilitas kesehatan atau dokter umum.
Perubahan pola pikir ini dinilai menjadi indikator positif dalam upaya pengendalian pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
BACA JUGA:Majalengka Siapkan Kawasan Industri Baru di Sumberjaya, Ribuan Lapangan Kerja Menanti
"KB saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Kesadaran untuk merencanakan jumlah anak dan menjaga kesehatan keluarga semakin baik dari tahun ke tahun," katanya.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam program KB turut memberikan dampak positif terhadap laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Majalengka.
Berdasarkan data pemerintah daerah, laju pertumbuhan penduduk di Majalengka saat ini berhasil ditekan hingga berada di bawah satu persen.
Angka pertumbuhan penduduk tercatat sekitar 0,77 persen, yang menunjukkan keberhasilan berbagai program pengendalian penduduk yang telah dijalankan selama ini.
Menurut Eman, keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.
Selain itu, pengendalian penduduk juga berperan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
BACA JUGA:80 Tahun Mengabdi, Komitmen Polri Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat
Melalui program KB yang berkelanjutan, pemerintah berharap dapat mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Majalengka Langkung Sae dengan masyarakat yang lebih produktif dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Majalengka, Gun Gun Mochamad Dharmadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama dengan perwakilan BKKBN Jawa Barat.
Menurutnya, jumlah peserta yang hadir jauh melampaui target awal yang telah ditetapkan panitia. Semula, pelayanan KB MOW dan MOP hanya ditargetkan untuk 250 peserta.