Namun dalam pelaksanaannya, jumlah warga yang mendaftar dan mengikuti pelayanan mencapai sekitar 300 orang.
Lonjakan terbesar terjadi pada peserta perempuan yang mengikuti metode MOW. Jumlahnya tercatat melebihi target hingga lebih dari 230 peserta.
Sementara itu, peserta MOP juga menunjukkan capaian yang membanggakan dengan jumlah peserta melampaui target awal sebanyak 26 orang.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan sosialisasi program KB yang selama ini dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai mitra terkait.
Salah seorang peserta MOW, Sumiati (36), warga Kecamatan Cigasong, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan KB gratis yang diselenggarakan pemerintah.
BACA JUGA:Desa Pegagan Terapkan Absensi Digital, Pelayanan Publik Kini Lebih Transparan
Menurutnya, program tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengikuti KB permanen namun terkendala biaya.
"Alhamdulillah saya sangat terbantu dengan program ini. Awalnya memang ada rasa takut, tetapi setelah mendapatkan penjelasan dari petugas dan melihat banyak peserta lain, saya menjadi lebih yakin. Ini keputusan terbaik untuk keluarga kami," ujarnya.
Hal senada disampaikan Dadang (42), warga Kecamatan Kadipaten yang mengikuti program MOP.
Ia menilai keterlibatan laki-laki dalam program KB perlu terus ditingkatkan karena tanggung jawab keluarga tidak hanya dibebankan kepada perempuan.
Menurutnya, vasektomi menjadi pilihan yang tepat setelah istrinya mengalami ketidakcocokan dengan beberapa jenis alat kontrasepsi.
"Sekarang KB bukan hanya urusan istri. Saya ingin ikut berbagi tanggung jawab. Ternyata proses MOP cepat dan tidak sesulit yang dibayangkan. Semoga semakin banyak suami yang berani ikut program ini," katanya. (ono)