LOSARANG – Rencana pemekaran Kabupaten Indramayu sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 1996 lalu. Diawali dengan hasil kajian mengenai kelayakan rencana pemekaran yang dilakukan oleh Bappeda Provinsi Jawa Barat, dengan kelompok pengkajian dan pengembangan wilayah Fisipol Universitas Padjajaran Bandung. Puncaknya pada tanggal 17 Mei 2000 menyusul keluarnya keputusan DPRD Indramayu nomor 170/3/KEP/DPRD/2000, tentang Penetapan Persetujuan Terhadap Nama Kabupaten Pemekaran dan Letak Ibu Kota Kabupaten Pemekaran. Berdasarkan data yang dihimpun Radar dari Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat, dari 31 kecamatan yang ada saat ini, 12 diantaranya di wilayah bagian barat direkomendasikan masuk ke dalam daerah otonomi baru. 12 kecamatan itu yakni Kecamatan Losarang, Terisi dan Cikedung (eks kawedanan Losarang). Di wilayah yang masuk dalam daerah pemilihan (dapil) 4 ini hanya Kecamatan Lelea yang tidak direkomendasikan ikut tergabung. Kemudian Kecamatan Kandanghaur, Gabus Wetan, Bongas dan Kroya (eks Kawedanan Kandanghaur). Lalu Kecamatan Haugeulis, Gantar, Anjatan, Sukra dan Patrol (eks Kawedanan Haurgeulis). Jika dilihat dari luas seluruh wilayah Kabupaten Indramayu sekitar 226.115 hektare, daerah pemekaran akan memiliki luas sekitar 108.869 hektare. Masih lebih luas wilayah Kabupaten Indramayu induk yakni sekitar 117.246 hektare. “Jadi dari jumlah kecamatan maupun luas wilayahnya, kabupaten induk masih mendominasi termasuk jumlah desanya. Tapi untuk jumlah desa serta penduduk sendiri belum dipastikan karena berkembang dinamis,” kata ketua Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat, Sukamto SH kepada Radar, kemarin. Menurut dia, pembentukan Kabupaten Indramayu Barat dalam konteks hubungan dengan kabupaten induk akan saling menunjang. Keduanya memiliki potensi yang seimbang untuk terus berkembang sebagai kabupaten mandiri. Hal itu terlihat dari potensi industri dan pertanian di kedua wilayah tersebut. Dalam jangka panjang dengan terbangunnya Waduk Jatigede, sektor pertanian di wilayah timur Indramayu dapat dikembangkan sawah beririgasi teknis. Sebaliknya, di daerah pemekaran dengan rencana pembangunan jalan tol Cikampek-Cirebon dan telah beroperasinya PLTU Sukra, maka potensi industri bakal terus menjamur. “Secara ekonomi tidak akan berpengaruh negatif. Justru akan mendorong pertumbuhan serta potensi ekonomi serta peluang usaha masyarakat. Dan yang lebih penting, dengan luas wilayah yang lebih kecil pelayanan pemerintahan kepada masyarakat akan dapat ditingkatkan efektivitasnya,” jelas Sukamto. (kho)
12 Kecamatan Masuk Daerah Pemekaran
Senin 08-09-2014,12:48 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,02:01 WIB
Ratusan Tukang Becak dan Sopir Angkot Cirebon Dapat Kompensasi Rp1,4 Juta Jelang Mudik Lebaran
Minggu 15-03-2026,05:01 WIB
Catat! Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 18 Maret
Minggu 15-03-2026,04:04 WIB
Pembatasan Truk Saat Mudik Lebaran 2026 Berlaku, Pelanggar Terancam Tilang
Minggu 15-03-2026,06:01 WIB
Dialog Warga Desa Belawa: Pamsimas, Mobil Siaga, hingga Transparansi Titisara Jadi Sorotan
Minggu 15-03-2026,03:30 WIB
Tiket Kereta Lebaran dari Daop 3 Cirebon Laris Manis, 52 Ribu Kursi Sudah Terjual
Terkini
Minggu 15-03-2026,22:15 WIB
Bangkit di Bulan Ramadan, Lentera Cirebon Raya Kembali Hadir dengan Beragam Program Sosial
Minggu 15-03-2026,21:00 WIB
Surga Tersembunyi, Ini Dia 8 Tempat Wisata Libur Lebaran di Majalengka Sejuk dan Instagramable
Minggu 15-03-2026,20:00 WIB
4 Aplikasi Pantau Kemacetan Mudik Lebaran 2026, Cek Kondisi Jalan Langsung dari HP
Minggu 15-03-2026,19:31 WIB
Bus Terbakar di Cipali KM 95 Arah Jakarta, Muncul Asap di Bagian Ini
Minggu 15-03-2026,19:00 WIB