Banyak yang Belum Tahu! Minum Matcha Setiap Hari Ternyata Bisa Memicu 7 Risiko Ini

Senin 20-07-2026,09:01 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Tatang Rusmanta

Meski tergolong jarang terjadi, sebagian orang dapat mengalami alergi terhadap kandungan dalam matcha.

Gejala yang muncul dapat berupa ruam kemerahan, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah atau bibir, hingga sesak napas.

Apabila mengalami tanda-tanda tersebut setelah mengonsumsi matcha, segera hentikan konsumsi dan cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Minuman Terlalu Panas Berisiko Mengganggu Esofagus

Bukan hanya matcha, tetapi semua minuman yang dikonsumsi dalam suhu sangat panas berpotensi merusak lapisan kerongkongan apabila dilakukan terus-menerus.

Sejumlah penelitian menunjukkan kebiasaan mengonsumsi minuman dengan suhu terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pada esofagus dalam jangka panjang.

Karena itu, sebaiknya tunggu beberapa saat hingga suhu matcha lebih hangat sebelum diminum.

7. Menyebabkan Gangguan Pencernaan

Konsumsi matcha secara berlebihan juga dapat memengaruhi sistem pencernaan.

Kandungan polifenol dan kafein yang tinggi bisa memicu berbagai keluhan, seperti mual, perut tidak nyaman, diare, hingga muntah pada sebagian orang.

Bagi penderita sindrom iritasi usus besar (IBS), konsumsi matcha dalam jumlah banyak juga dapat memperburuk gejala yang sudah ada.

Jika mengalami gangguan lambung atau usus setelah minum matcha, sebaiknya kurangi porsinya atau hentikan sementara hingga kondisi membaik.

Berapa Batas Aman Minum Matcha?

Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, konsumsi matcha tetap perlu dibatasi. 

Sebagian besar ahli menyarankan cukup mengonsumsi sekitar 1–2 cangkir per hari agar manfaatnya tetap optimal tanpa meningkatkan risiko efek samping.

Selain itu, pilihlah matcha berkualitas tinggi dari produsen terpercaya untuk meminimalkan risiko kontaminan.

Kategori :