Ia mengimbau para orang tua di Kuningan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan media digital oleh anak-anak, membiasakan mereka mengikuti kegiatan keagamaan, serta membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga.
"Orang tua harus menjadi madrasah pertama bagi anak. Tanamkan akidah, akhlak, dan adab sejak dini."
"Jangan biarkan anak mencari jati diri tanpa bimbingan agama. Pendidikan yang baik di rumah akan menjadi benteng bagi mereka," tuturnya.
Selain itu, Ali Akbar mengajak ulama, kiai, ustaz, guru, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pendidikan di Kabupaten Kuningan untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun karakter generasi muda melalui dakwah, pendidikan, dan pembinaan yang dilakukan secara santun dan penuh hikmah.
BACA JUGA:Mengurai Video Viral di THM Cirebon: Pasangan Diduga LGBT hingga Ancaman Pasal KUHP Baru
"Membentengi moral generasi muda bukan hanya tugas pemerintah atau ulama, tetapi tanggung jawab kita semua."
"Mari kita perkuat dakwah, pendidikan, dan pembinaan keluarga agar lahir generasi yang saleh, cerdas, dan berakhlakul karimah," katanya.
Di akhir keterangannya, Ali Akbar berharap pemerintah terus memperkuat pendidikan karakter yang selaras dengan nilai agama, Pancasila, dan budaya bangsa, serta mengajak masyarakat menyikapi berbagai persoalan sosial dengan bijaksana, tetap menjaga persatuan, dan menaati hukum yang berlaku.
"Semoga Allah SWT senantiasa menjaga Kabupaten Kuningan, memberikan keberkahan kepada masyarakatnya, dan melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara," pungkasnya. (*)