Untuk mendukung kelancaran pertandingan, panitia telah menyiapkan empat lapangan yang akan digunakan sebagai venue pada fase awal kompetisi.
Keempat lapangan tersebut meliputi Lapangan Desa Karamatwangi di Kecamatan Garawangi, Lapangan Putra Mayana di Kecamatan Kadugede, Lapangan Desa Ciawilor di Kecamatan Ciawigebang, serta Lapangan Timbang Luhur di Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar.
Selain menghadirkan persaingan yang kompetitif, Bupati Cup 2026 tetap mengusung misi pembinaan pesepak bola muda di Kabupaten Kuningan.
Karena itu, setiap kecamatan diwajibkan mendaftarkan 17 hingga 23 pemain yang merupakan kelahiran 2006 hingga 2009.
Panitia juga memberikan kesempatan kepada setiap tim untuk menambah maksimal empat pemain kelahiran 2010.
Aturan tersebut dibuat sebagai bentuk komitmen terhadap regenerasi pemain sekaligus memberikan ruang bagi talenta muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding dalam kompetisi resmi.
BACA JUGA:Bupati Cup 2026 Hadir Lagi! 32 Tim Kecamatan Siap Ramaikan Turnamen Sepak Bola Kuningan
Menariknya, seluruh pemain yang didaftarkan juga wajib berasal dari kecamatan yang mereka wakili.
Ketentuan ini diharapkan mampu memperkuat identitas setiap tim sekaligus mendorong setiap kecamatan lebih serius melakukan pembinaan sepak bola usia muda di wilayahnya masing-masing.
Dari sisi teknis pertandingan, setiap laga akan berlangsung selama 70 menit, yang terbagi ke dalam dua babak masing-masing 35 menit, dengan waktu istirahat selama 10 menit.
Rangkaian Bupati Cup 2026 dijadwalkan berakhir pada 1 September 2026 melalui Closing Ceremony di Stadion Mashud Wisnu Saputra mulai pukul 14.00 WIB.
Pada hari yang sama juga akan digelar laga final untuk menentukan tim terbaik yang berhak membawa pulang trofi juara Bupati Cup 2026.
Dengan format gugur dan sistem undian terbuka, seluruh peserta dituntut tampil maksimal sejak pertandingan pertama. Tidak ada kesempatan kedua bagi tim yang menelan kekalahan. (*)