BACA JUGA:Bisa Terang Tanpa KPBU? Karso Bongkar Alasan Menolak Proyek APJ Kota Cirebon
BACA JUGA:Satpol PP Bongkar Puluhan Lapak PKL di Watubelah, Barang Dagangan Diangkut ke Mako
Karena itu, jangan langsung percaya hanya karena penjual mencantumkan label "official refurbished" atau "refurbished resmi".
Tanyakan secara langsung:
- Siapa yang melakukan proses refurbish?
- Apakah perangkat berasal dari produsen resmi?
- Komponen apa saja yang pernah diganti?
- Apakah perangkat memiliki garansi?
- Apakah garansinya berasal dari produsen atau toko?
Untuk iPhone, misalnya, penting membedakan perangkat refurbished resmi dengan iPhone bekas yang diperbaiki oleh toko atau teknisi pihak ketiga.
BACA JUGA:Terungkap! Cara Komplotan Residivis Bobol Pabrik Majalengka, Uang Dolar hingga HP Digondol
Keduanya mungkin sama-sama terlihat seperti barang yang sudah diperbarui, tetapi kualitas pemeriksaan, komponen pengganti, serta perlindungan setelah pembelian bisa berbeda.
2. Cek Garansi Sebelum Melakukan Pembayaran
Garansi menjadi salah satu faktor penting ketika membeli HP refurbish.
Jangan puas hanya dengan jawaban penjual bahwa perangkat "berg aransi".
Pastikan kamu mengetahui secara detail siapa yang memberikan garansi dan apa saja yang ditanggung.
Beberapa hal yang perlu ditanyakan antara lain:
- Berapa lama masa garansi?
- Apakah garansi resmi atau garansi toko?
- Kerusakan apa saja yang ditanggung?
- Di mana lokasi pusat layanan jika terjadi masalah?
- Apakah biaya pengiriman untuk klaim ditanggung?
- Apa saja kondisi yang membuat garansi tidak berlaku?
Untuk pembelian online, baca seluruh ketentuan garansi yang tercantum pada halaman produk.
Simpan invoice, bukti pembayaran, dan dokumen pembelian karena bisa dibutuhkan ketika mengajukan klaim.
3. Periksa Kondisi dan Kesehatan Baterai
Baterai merupakan salah satu komponen yang wajib diperiksa ketika membeli smartphone refurbish.