Ada unit yang terlihat sangat mulus, sementara perangkat lain mungkin memiliki goresan ringan akibat pemakaian sebelumnya. Hal tersebut tidak otomatis berarti perangkat bermasalah.
Yang penting, kondisi fisiknya harus dijelaskan secara jujur oleh penjual.
Jika membeli secara langsung, periksa beberapa bagian berikut:
- Layar dan tingkat respons sentuhan.
- Kamera depan dan belakang.
- Tombol power serta tombol volume.
- Port pengisian daya.
- Speaker dan mikrofon.
- Bodi belakang dan frame.
- Slot kartu SIM.
- Kondisi konektor dan bagian luar perangkat.
Jangan terburu-buru melakukan pembayaran hanya karena HP sudah bisa menyala.
6. Tes Semua Fitur Utama
Masalah pada HP refurbish terkadang tidak terlihat dari luar. Karena itu, lakukan pengujian terhadap fitur utama sebelum transaksi, terutama jika membeli secara langsung.
Beberapa fitur yang sebaiknya diperiksa meliputi:
- Kamera depan dan belakang.
- Speaker.
- Mikrofon.
- Wi-Fi.
- Bluetooth.
- GPS.
- Jaringan seluler.
- Sensor sidik jari.
- Face ID atau sistem pengenalan wajah.
- Tombol fisik.
- Layar sentuh.
- Port pengisian daya.
Untuk iPhone, pastikan perangkat tidak masih terikat dengan akun pemilik sebelumnya.
Perangkat yang masih memiliki kunci aktivasi atau akun pengguna lama dapat menimbulkan masalah ketika akan digunakan oleh pemilik baru.
Pada Android, pastikan akun Google pemilik sebelumnya telah dilepas dan tidak ada sistem keamanan yang masih mengunci perangkat.
7. Pastikan Kapasitas Penyimpanan Sesuai
Kapasitas penyimpanan juga perlu diperiksa sebelum membeli.
Jangan sampai penjual menawarkan HP dengan kapasitas tertentu, tetapi setelah diterima ternyata variannya berbeda.
Kapasitas penyimpanan akan sangat berpengaruh bagi pengguna yang sering menyimpan foto, video, dokumen, aplikasi, dan game.
Hal ini semakin penting pada perangkat yang tidak menyediakan slot microSD.
Jika kebutuhan penyimpanan cukup besar, pilih kapasitas yang sesuai sejak awal agar tidak cepat kehabisan ruang.