Beberapa produsen menggunakan serial number, sedangkan merek lain menyediakan pemeriksaan berdasarkan IMEI atau kombinasi keduanya.
Pastikan setiap angka dan huruf dimasukkan dengan benar agar hasil pemeriksaan tidak keliru.
3. Periksa Informasi yang Ditampilkan
Perhatikan data yang muncul setelah proses verifikasi. Informasi yang tersedia dapat berbeda-beda tergantung merek dan jenis layanan.
Beberapa informasi yang mungkin ditampilkan antara lain:
- status garansi;
- tanggal atau periode garansi;
- jenis perangkat;
- status dukungan servis;
- informasi coverage;
- atau keterangan lain terkait perangkat.
Jika informasi yang muncul tidak sesuai dengan perangkat yang sedang diperiksa, calon pembeli sebaiknya meminta penjelasan kepada penjual.
IMEI Valid Belum Tentu Berarti HP Refurbish Resmi
Hal penting yang sering disalahpahami adalah menganggap IMEI valid sebagai bukti bahwa HP merupakan unit baru atau refurbish resmi.
Padahal, IMEI hanya merupakan salah satu identitas perangkat.
Nomor tersebut perlu diperiksa bersama informasi lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi HP.
Perangkat yang memiliki IMEI valid belum otomatis berarti memiliki riwayat penggunaan yang jelas atau merupakan produk refurbish resmi dari produsen.
Untuk HP refurbish, calon pembeli sebaiknya juga meminta informasi mengenai asal perangkat, bukti pembelian, kondisi komponen, serta layanan purnajual yang tersedia.
Pastikan Status IMEI Aman Digunakan di Indonesia
Selain mengecek keaslian identitas perangkat melalui sistem pabrikan, pembeli di Indonesia juga perlu memperhatikan status IMEI agar HP dapat digunakan secara normal pada jaringan seluler.
Jangan hanya melihat apakah nomor IMEI muncul ketika kode *#06# dimasukkan.
Pastikan status perangkat tidak menunjukkan masalah yang dapat memengaruhi penggunaan jaringan seluler.