Inilah yang membuat motor listrik sangat berguna ketika kendaraan mulai bergerak setelah berhenti.
Saat lalu lintas kembali berjalan, motor listrik dapat membantu mendorong kendaraan sehingga beban mesin bensin menjadi lebih ringan.
Siklus tersebut terjadi berkali-kali selama perjalanan di tengah kemacetan.
BACA JUGA:Haul Akbar Sunan Gunung Jati Mulai Dirumuskan, Cirebon Ingin Libatkan Banten hingga Jateng
Dengan kata lain, setiap kali pengemudi harus berhenti lalu kembali bergerak, sistem hybrid memiliki kesempatan untuk menggunakan tenaga listrik secara optimal.
4. Energi Pengereman Bisa Dikembalikan ke Baterai
Salah satu teknologi paling penting dalam mobil hybrid adalah regenerative braking atau pengereman regeneratif.
Pada mobil konvensional, ketika pengemudi menginjak rem, energi kinetik kendaraan sebagian besar diubah menjadi panas melalui sistem pengereman.
Energi tersebut pada dasarnya terbuang.
Mobil hybrid memiliki cara berbeda. Ketika kendaraan melambat, motor listrik dapat bekerja seperti generator.
Energi dari gerakan kendaraan kemudian diubah menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke baterai.
Energi yang berhasil dikumpulkan itu nantinya dapat digunakan lagi untuk membantu menggerakkan kendaraan.
Jadi, pengereman yang terjadi berulang kali selama kemacetan bukan hanya memperlambat kendaraan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi sistem hybrid untuk memulihkan sebagian energi.
5. Kemacetan Memberikan Banyak Kesempatan untuk Regenerasi
Bayangkan mobil berada di jalan yang sangat padat.
Maju 20 atau 30 meter, mengerem, berhenti, kemudian maju lagi. Pola tersebut bisa terjadi selama puluhan menit bahkan berjam-jam.