Sering Olahraga tapi Perut Tetap Buncit? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Kamis 27-08-2026,11:10 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Kebiasaan duduk terlalu lama, jarang berjalan kaki, serta tidak memiliki aktivitas olahraga rutin membuat pengeluaran energi harian menjadi lebih rendah.

Apabila pola makan tidak disesuaikan dengan kondisi tersebut, tubuh lebih mudah mengalami surplus energi. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan lemak tubuh.

Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat. Jalan kaki, bersepeda, latihan kekuatan, olahraga aerobik, hingga aktivitas rumah tangga yang membuat tubuh lebih aktif dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sehat.

3. Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Berat Badan

Kualitas tidur sering kali luput ketika seseorang berusaha mengurangi lemak di perut. 

Padahal, tidur berhubungan dengan berbagai proses yang memengaruhi nafsu makan, energi, dan kebiasaan sehari-hari.

Kurang tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lapar. 

Dalam kondisi tertentu, seseorang juga dapat lebih tertarik mengonsumsi makanan yang tinggi kalori.

Selain itu, tubuh yang kurang beristirahat dapat membuat seseorang merasa lelah sehingga aktivitas fisik ikut berkurang.

Karena itu, menjaga durasi dan kualitas tidur merupakan bagian penting dari upaya menjaga berat badan. 

Pola hidup sehat tidak hanya berbicara soal makanan dan olahraga, tetapi juga mengenai waktu istirahat yang cukup.

4. Stres Berkepanjangan

Stres kronis juga dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan perubahan berat badan dan penumpukan lemak.

Saat mengalami stres, tubuh mengalami perubahan respons hormonal, termasuk peningkatan hormon kortisol. 

Kondisi stres yang berlangsung lama dapat memengaruhi nafsu makan, kualitas tidur, pilihan makanan, serta aktivitas fisik.

Kategori :