Seseorang yang sedang mengalami tekanan berat, misalnya, bisa lebih sering mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap stres atau justru menjadi kurang aktif bergerak.
Karena itu, mengelola stres penting dilakukan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, melakukan hobi, mengatur waktu istirahat, melakukan relaksasi, atau menjaga komunikasi dengan orang terdekat dapat membantu mengelola tekanan sehari-hari.
5. Faktor Usia dan Berkurangnya Massa Otot
Pertambahan usia merupakan bagian alami dari kehidupan dan dapat disertai perubahan komposisi tubuh.
Seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung berkurang apabila tidak dipertahankan melalui aktivitas fisik dan latihan kekuatan. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kebutuhan energi tubuh.
Jika seseorang tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya, tetapi aktivitas fisiknya semakin berkurang, keseimbangan energi dapat berubah.
Akibatnya, menjaga berat badan bisa menjadi lebih menantang. Lemak juga dapat mengalami perubahan distribusi sehingga sebagian orang melihat peningkatan lemak di area perut seiring bertambahnya usia.
Latihan kekuatan dan aktivitas fisik rutin dapat membantu mempertahankan massa otot sekaligus mendukung pengelolaan berat badan.
6. Perubahan Hormon
Perubahan hormonal juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh menyimpan dan mendistribusikan lemak.
Pada wanita, perubahan kadar estrogen selama masa menopause dapat menyebabkan perubahan distribusi lemak.
Lemak yang sebelumnya lebih banyak tersimpan di area tertentu dapat lebih mudah terakumulasi di sekitar perut.
Kondisi ini merupakan bagian dari perubahan biologis dan tidak bisa disederhanakan sebagai akibat dari pola makan semata.
Karena faktor hormonal berbeda pada setiap orang, pendekatan untuk menjaga komposisi tubuh juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
7. Faktor Genetik