CIREBON - Dewan Pendidikan (DP) Kota Cirebon menilai pendidikan di sekolah tentang pelajaran budaya dan bahasa Cirebon masih sangat minim. Bahkan, tidak ada muatan lokal yang fokus dengan entitas budaya Cirebon. Hal itu karena minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kemampuan memahami budaya dan bahasa Cirebon secara maksimal. Anggota Dewan Pendidikan Kota Cirebon, M Rafi SE mengatakan, saat ini sekolah-sekolah tidak lagi mengajarkan pendidikan budaya dan bahasa Cirebon. Padahal, sebagai generasi penerus bangsa, mereka wajib mengenal kebudayaan yang dimiliki. “Pendidikan bahasa dan budaya Cirebon sangat minim. Agar perbanyak guru khusus bahasa Cirebon,” ucapnya kepada Radar, kemarin. Rafi menghitung, jumlah guru yang mengajarkan budaya dan bahasa Cirebon hanya beberapa saja. Padahal, kebudayaan harus dikenalkan sejak dini. Hal ini menjadi cikal bakal upaya pelestarian seni dan budaya. “Langkah pertama mengenalkan kepada anak-anak. Meskipun peminatnya sedikit, kualitas yang dihasilkan luar biasa dalam meningkatkan dan mempertahankan budaya Cirebon,” tukasnya. Rafi berharap, ada tenaga profesional dan ahli dalam bidang muatan lokal bahasa dan budaya Cirebon. Tidak hanya itu, untuk mempermudah siswa dalam menangkap materi yang disampaikan guru, ia berharap ada fasilitas Lembar Kerja Siswa (LKS) dan buku cetak terkait budaya dan bahasa Cirebon. Mengajarkan lagu daerah dalam kepingan CD, bisa menjadi media pembelajaran efektif dalam mentransfer kebudayan yang ada. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon Dr H Wahyo MPd mengatakan, budaya dan bahasa Cirebon harus dilestarikan. Namun, selama ini belum ada perguruan tinggi manapun yang mencetak guru jurusan bahasa dan budaya Cirebon. Karena itu, Kota Cirebon kekurangan guru di bidang tersebut. Selama ini, Disdik hanya merekrut guru untuk menjadi pembimbing bahasa Cirebon, hanya mereka yang mampu secara otodidak. Artinya, sejatinya mereka bukan lulusan guru bahasa dan budaya Cirebon. “Kita kekurangan SDM guru bahasa Cirebon. Karena dari perguruan tinggi belum ada jurusan itu,” ucapnya. Meski demikian, lanjut Wahyo dalam bidang pendidikan guru diperbolehkan menggunakan bahasa yang memiliki latar belakang pendidikan bahasa serumpun. Seperti guru bahasa Cirebon, diambil dari guru yang sehari-harinya mengajar bahasa Indonesia. Namun, kualitas dalam menyampaikan materi pembelajaran, akan berbeda. (ysf)
Pendidikan Budaya Cirebon Masih Sangat Minim
Sabtu 18-10-2014,09:00 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 09-08-2026,20:00 WIB
Rekomendasi HP Terbaik 2026 Harga Rp2-3 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 5G
Minggu 09-08-2026,16:35 WIB
Harga BYD Atto 1 Tak Sampai Rp200 Juta, Jarak 300 Km, 6 Air Bag, Baterai Blade 30,08 kWh, Berapa Cicilannya?
Minggu 09-08-2026,15:30 WIB
Mobil Nissan 60 Jutaan Masih Layak? Ada Grand Livina, March, Kabin Lega, Nyaman, Irit dan Cocok Jadi First Car
Minggu 09-08-2026,13:09 WIB
Realisasi Investasi di Kota Cirebon Tembus Rp3,2 Triliun, Ada Pembangunan 2 Hotel Baru
Minggu 09-08-2026,13:53 WIB
Razia THM Cirebon hingga Dini Hari, Polisi Temukan Tiga Pelajar di Bawah Umur
Terkini
Senin 10-08-2026,08:00 WIB
Pixel 11 hingga HP Baterai 9.020 mAh, Ini Smartphone yang Jadi Sorotan Agustus 2026
Senin 10-08-2026,07:00 WIB
MPV Listrik Premium Ini Curi Perhatian di GIIAS 2026, Intip Fitur MAXUS MIFA 7
Senin 10-08-2026,06:00 WIB
MENYALA! Kota Cirebon Raih 18 Medali Indonesia Muaythai Championship 2026
Senin 10-08-2026,05:00 WIB
SSB Garuda Jaya Cirebon Raih Juara 3 dan Top Skor Turnamen Ragasakti
Senin 10-08-2026,04:50 WIB