2. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah dan Biometrik
Kode OTP memang dirancang sebagai lapisan keamanan tambahan. Namun, OTP bukan berarti akun otomatis aman dari pembajakan.
Jika kode OTP berhasil diperoleh melalui rekayasa sosial, malware, atau metode penipuan lainnya, pelaku dapat mencoba mengambil alih akun.
Karena itu, pengguna WhatsApp sebaiknya segera mengaktifkan verifikasi dua langkah atau two-step verification.
Fitur tersebut menambahkan PIN yang berbeda dari kode OTP.
Dengan begitu, proses pengambilalihan akun tidak hanya bergantung pada kode verifikasi yang dikirimkan WhatsApp.
PIN verifikasi dua langkah harus dibuat unik dan tidak mudah ditebak.
Jangan menggunakan kombinasi angka yang sama dengan PIN ATM, tanggal lahir, atau informasi yang mudah diketahui orang lain.
Untuk mobile banking, manfaatkan pula fitur keamanan yang tersedia, seperti:
- Sidik jari atau fingerprint.
- Pengenalan wajah atau face recognition.
- PIN transaksi yang berbeda dari password perangkat.
- Notifikasi transaksi secara real-time.
Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan OTP.
Bank tidak membutuhkan Anda untuk menyebutkan kode OTP kepada petugas melalui telepon.
Karena itu, jika ada orang yang mengaku sebagai customer service dan meminta OTP, PIN, password, atau kode keamanan lainnya, jangan berikan.
Jika ragu, tutup komunikasi tersebut dan hubungi bank melalui kanal resmi.
3. Perketat Privasi WhatsApp
Keamanan akun tidak hanya berkaitan dengan password dan OTP.
Informasi yang terlihat secara publik di WhatsApp juga dapat dimanfaatkan pelaku untuk melakukan rekayasa sosial.