Pesan Edo Untuk Direktur PDAM, Layanan Air Bersih lebih Maksimal

Selasa 01-09-2026,09:45 WIB
Reporter : Cecep Nacepi
Editor : Leni Indarti Hasyim

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pimpinan Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon yang baru, sudah mulai ditugaskan. Penugasan itu, ditandai dengan dilantiknya dua Direktur terpilih oleh Walikota Cirebon Effendi Edo di Kantor Balai Kota (Balkot) Cirebon, Senin (31/8/2026).

Dua nama yang dilantik, Andri Satria dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama, dan Agung Astija menjabat sebagai Direktur Umum. Keduanya, disumpah dibawah kitab suci Al-Qur'an untuk menjalankan tugasnya.

Walikota Cirebon Effendi Edo mengatakan, proses seleksi, penetapan hingga pelantikan direksi baru telah melalui tahapan yang cukup panjang. Ia berharap jajaran direksi yang baru dapat membawa semangat inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Cirebon.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan direksi yang baru ini juga bisa semangat berinovasi untuk memberikan satu pelayanan yang baik terhadap kebutuhan air bersih Kota Cirebon,” ujar Effendi.

BACA JUGA:SMA Santa Maria 1 Cirebon Gelar Expo Perguruan Tinggi, Hadirkan 25 Kampus Swasta Ternama

Menurutnya, tugas yang diemban direksi baru bukanlah pekerjaan ringan. Karena itu, Direktur yang baru dan seluruh unsur di internal Perumda Air Minum Tirta Giri Nata diminta bekerja bersama dan menjalankan tugas dengan penuh amanah.

Edo menegaskan, keberadaan direksi baru bukan sekadar memenuhi kewajiban organisasi. Lebih dari itu, pembentukan jajaran direksi diharapkan mampu mendorong inovasi. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat semakin maksimal.

Ia juga meminta direksi baru mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan oleh jajaran direksi sebelumnya, termasuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang masih belum tuntas. “Hayo diskusikan lagi program dan tugas yang belum diselesaikan. Kita selesaikan masalah yang lalu tanpa membuang persoalan yang baru,” ujar Edo.

Edo menargetkan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, cakupan pelayanan air bersih di Kota Cirebon dapat ditingkatkan secara signifikan hingga mendekati 100 persen. Menurutnya, pelayanan air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena itu besar harapan bahwa target tersebut dapat tercapai.

BACA JUGA:Pemdes Paningkiran Majalengka Tuntaskan Betonisasi Jalan Lingkungan, Warga Kini Lebih Nyaman Beraktivitas

“PDAM adalah sumber pelayanan langsung ke masyarakat. Ada yang belum sampai ke masyarakat, tapi generasi sebelumnya kan sudah berjuang. Sekarang kita harus bisa menyelesaikan persoalan tersebut, targetkan 5 sampai 10 tahun kedepan lebih maksimal lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, evaluasi terhadap kinerja Perumda Air Minum Tirta Giri Nata akan dilakukan secara berkala, termasuk setiap bulan, untuk memastikan target pelayanan berjalan sesuai rencana. "Nanti akan kita evaluasi kinerjanya setiap bulannya," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon yang dilantik, Agung Astija mengakui, kedepan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan oleh jajaran direksi baru. Menurut Agung, saat ini masih sekitar 40 hingga 50 persen masyarakat Kota Cirebon yang belum mendapatkan pelayanan air bersih.

Kondisi tersebut menjadi salah satu target utama yang harus diselesaikan dalam lima tahun ke depan. “PR kita, kurang lebih sekarang masih ada sekitar 40-50 persen lagi yang belum kita layani di Kota Cirebon yang menjadi target yang diberikan oleh Bapak Walikota untuk diselesaikan,” kata Agung.

BACA JUGA:Petani Garam Suranenggala Cirebon 'Pasang Badan' Tolak Lahan Dijual: Ini Sumber Kehidupan Kami!

Ia menyebut, tantangan tersebut menjadi tanggung jawab bersama jajaran direksi. Selain cakupan layanan yang masih terbatas, persoalan kontinuitas pasokan air juga menjadi perhatian karena masih ada wilayah yang belum mendapatkan layanan selama 24 jam.

“Masih cukup banyak masyarakat Kota Cirebon yang belum mendapatkan akses air bersih, masih cukup banyak masyarakat Kota Cirebon yang belum terlayani secara 24 jam. Dan itu menjadi target kita untuk kita selesaikan secara perlahan satu per satu dalam lima tahun ke depan,” ujarnya.

Agung memaparkan, sedikitnya terdapat tiga persoalan utama yang perlu segera ditangani. Pertama, tingkat kehilangan air yang masih cukup tinggi. Kedua, cakupan pelayanan yang masih rendah. Ketiga, kontinuitas distribusi air yang belum sepenuhnya berjalan 24 jam di seluruh wilayah pelayanan.

Untuk tahap awal, jajaran direksi baru akan melakukan konsolidasi internal selama satu bulan ke depan. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk memetakan kembali berbagai persoalan utama sekaligus mengumpulkan data sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan.

BACA JUGA:Rezeki Melimpah, Ini 5 Shio Pembawa Keberuntungan dari 1-7 September 2026, 'Banyak Peluang Baru'

“Langkah yang pasti dalam satu bulan ke depan kita akan melakukan konsolidasi di internal, pemetaan kembali permasalahan-permasalahan utama, memastikan bahwa semua hal bisa kita dapatkan, kita gather selama satu bulan ke depan,” pungkasnya. (cep)

Kategori :